Jakarta, Aktual.co — Wakil Panglima Angkatan Laut Rusia Laksamana Muda Victor Bursuk mengatakan bahwa pemerintahnya tidak bergantung pada Prancis dalam membangun operator helikopter sendiri mirip dengan kapal induk helikopter Prancis kelas Mistral. Bursuk bahkan menegaskan bahwa Rusia  mampu untuk membangun kapal perang seperti Prancis sendiri. 
“Kami tidak tergantung pada Prancis dengan cara apapun, itu hanya salah satu kontrak kerja sama teknis-militer dan tidak lebih. Program pembuatan kapal (Rusia) direncanakan pembangunan kapal perang kelas ini, dan itu pasti akan dilaksanakan,” katanya kepada radio Ekho Moskvy, Sabtu (25/10). 
Dua hari sebelumnya, Kamis 23 Oktober 2014, Kepala Staf Kremlin Sergei Ivanov mengatakan bahwa Rusia akan menuntut Prancis jika Paris menolak untuk menghormati kontrak Mistral.
Rusia dan Prancis sendiri diketahui menandatangani kesepakatan 1,2 miliar euro (1,5 miliar dolar AS) untuk dua operator helikopter kelas Mistral pada Juni 2011.
Kapal induk pertama, Vladivostok, diharapkan tiba di Rusia pada akhir 2014. Kapal kedua, Sevastopol, direncanakan tiba pada tahun 2015.
Penyelesaian kesepakatan tersebut telah beresiko sejak Barat mulai menerapkan sanksi ekonomi yang ditargetkan terhadap Rusia atas krisis Ukraina.

()

()