Tentara Ukraina terlihat digelarkan di perbatasan Ukraina-Rusia dalam foto bertanggal 24 Januari 2022. Presiden Amerika Serikat Joe Biden berencana menggelarkan ribuan tentara, kapal perang dan pesawat tempur di Eropa timur dan negara-negara Baltik seiring meningkatnya krisis Ukraina setelah Rusia menumpuk pasukannya di perbatasan Ukraina-Rusia. (Handout / Latin America News Age/Handout / Latin America News Age)

Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev pada Kamis (27/1) mengatakan bahwa Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Amerika Serikat memanfaatkan Ukraina untuk mendapatkan pengaruh geopolitik.

“Ukraina, sayangnya, sedikit banyak telah berubah menjadi alat di tangan NATO dan Amerika Serikat, karena Ukraina dimanfaatkan sebagai instrumen geopolitik untuk menekan Rusia,” kata kantor berita Rusia RIA Novosti yang mengutip Medvedev dalam wawancaranya dengan para awak media Rusia.

Menurut Medvedev, baik Amerika Serikat maupun Eropa tidak “membutuhkan” Ukraina, dan situasi di negara itu dimanfaatkan oleh pihak Barat dalam “permainan geopolitik mereka melawan Rusia.

“Mencatat bahwa kemungkinan bentrokan langsung terkait Ukraina antara Rusia dan NATO akan berakhir menjadi “bencana,” Medvedev mengharapkan adanya kemungkinan untuk segera meredakan ketegangan pada masa mendatang.

Dia juga menegaskan bahwa Moskow tidak pernah menentang keterlibatan Amerika Serikat dalam perundingan seputar Ukraina. Namun, kata Medvedev, saat ini Washington dapat menciptakan masalah dengan mencoba memengaruhi Kiev.

Dia pun menyatakan harapannya bahwa cepat atau lambat Ukraina akan menormalisasi hubungan dengan Rusia.

(Antara)

(A. Hilmi)