Jakarta, Aktual.com – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh telah resmi mengumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.

Nampak Gubernur DKI Jakarta duduk mendampingi Surya Paloh saat pengumuman deklarasi di Nasdem Tower, Jakarta pada Senin (3/10).

“Nasdem melihat seorang sosong Anies Baswedan. Kami mempunyai keyakinan, baik secara makro dan mikro dengan apa yang Nasdem yakini. Kami titipkan bangsa ini,” kata Surya Paloh.

Diketahui, Nasdem telah mempunyai tiga bakal capres yang akan diusung di pesta demokrasi, yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Wakil Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim mengatakan NasDem masih bersikap sesuai rekomendasi rapat kerja nasional Juni lalu yakni dengan tiga nama bakal calon presiden, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Andika Perkasa. “Mereka di mata NasDem memiliki bobot yang sama.”

Anies dan Ganjar Pranowo diakuinya paling ‘nyaring’ didukung dari kader NasDem. “Dan akhir-akhir ini nama Pak Anies sering disebut oleh kader-kader NasDem,” ujar dia.

Hermawi menjelaskan nama Anies lebih dijagokan lantaran Gubernur DKI Jakarta ini telah menyatakan kesediaan dicalonkan jika ada partai politik yang mengusung.

“Antara lain, setelah Pak Anies mengatakan kesediaannya, itu sambutan dari bawah semakin ramai,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta itu memang menjadi calon kuat yang akan diusung Partai Nasdem sebagai Capres. Namun pengumuman itu dijadwalkan pada 10 November yang dirangkaikan dengan pengumuman koalisi Nasdem.

“Koalisi ya tanggal 10 November itu,” kata Sahroni saat itu, usai acara Peletakan Batu Pertama RS Toto Tentrem di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (26/9).

Koalisi NasDem, PKS dan Demokrat

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Nasdem Ahmad Ali mengatakan rencana koalisi partainya dengan Partai Demokrat dan PKS semakin besar. Lantaran kesamaan pandangan ketiga partai sudah mencapai 80%.

“Kita berusaha secepatnya (penentuan koalisi dan capres). Persentase, angkanya harusnya lebih besar. Dengan Demokrat, dengan PKS itu sudah sangat ya katakanlah sudah 80%. Untuk kita samakan pandangannya,” ungkap Ahmad Ali kepada wartawan usai Konsolidasi Kader NasDem Jelang Pemilu 2024 di Hotel Claro Makassar, Minggu (25/9) malam.

(Warto'i)