Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT Citra Hokiana Triutama Edison Marudut Marsadauli Siahaan, berkilah uang Rp 1,5 miliar yang dipinjamkan kepada terdakwa Gulat Medali Emas Manurung buat suap Annas Maamun.
Edison berkeras menyatakan hal itu saat bersaksi dalam sidang lanjutan Gulat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (29/12). Di hadapan hakim, dia mengatakan uang itu dipinjamkan dengan bunga 1,5 persen tanpa menanyakan maksudnya.
“Saya percaya saja karena untuk bisnis, karena kami kan kawan. Bunganya 1,5 persen. Saya percaya karena Gulat sering kasih kembalikan lebih ke saya,” kata Edison.
Edison mengaku, memberikan Rp 1,5 miliar langsung kepada Gulat pada 22 September 2014. Dia mesti merogoh kocek perusahaan buat menyediakan duit itu. Namun, Gulat terlebih dulu meminta uang itu ditukar ke dalam valuta asing menjadi sebesar USD 166,100. Edison pun menurutinya.
“Saya serahkan di Pekanbaru,” kata Edison.
Namun, saat berada di Jakarta buat mengikuti pameran alat berat di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Edison mengaku diminta Gulat menemaninya menukarkan fulus itu ke dalam bentuk Dolar Singapura. Edison pun kembali mengikuti kemauan Gulat. (Baca juga: Saksi Berkilah Uang Rp 1,5 Miliar Buat ‘Nyogok’ Annas Maamun)
“Karena Pak Gulat tidak tahu Jakarta, makanya saya diminta menemani. Setelah mencari lewat Google, akhirnya dapat di PT Ayu Masagung di Kwitang,” kata dia.
Namun, anggota Majelis Hakim Joko Subagyo tidak sepenuhnya yakin dengan kesaksian Edison. Dia merasa pernyataan Bendahara Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi Riau itu janggal.
“Tidak mungkin tidak ditanya maksudnya. Kalau teman kenapa mesti pakai bunga? Saudara juga mau diminta menukarkan uang yang sudah dalam kekuasaan terdakwa. Kami sudah sering periksa saksi. Sudah ribuan. Kalau ada yang janggal pasti kami kejar terus,” kata Hakim Joko.
Meski begitu, Edison tetap pada kesaksiannya. Dia berkeras tidak tahu tujuan penggunaan uang. “Saya enggak tahu yang mulia. Saya cuma pinjamkan saja karena kami sudah berkawan lama.”
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















