Mata uang kripto, Bitcoin.

Jakarta, Aktual.com – COO of Salma Markets Annie Luong menyebutkan para pedagang atau trader tetap bisa mencetak cuan di tengah naik turunnya harga Bitcoin dan Harprixcoin, serta aset kripto lainnya.

Annie menuturkan di Indonesia, bursa aset kripto berjenis spot amat populer. Namun, di bursa lain seperti di Salma Markets, menawarkan jenis derivatif dalam bentuk kontrak berjangka (futures contract) yang tetap memungkinkan trader mendapat untung baik meski harga Bitcoin dan Harprixcoin berfluktuasi.

“Perdagangan jenis ini memungkinkan menggunakan mekanisme perdagangan berjangka. Dalam perdagangan berjangka, trader membeli dan menjual kontrak Bitcoin, Harprixcoin atau aset kripto lain dan menutup posisinya dalam uang,” ujar Annie melalui keterangan di Jakarta, Kamis (25/3).

Volatilitas dalam pasar kripto dinilai sangat brutal jika trader tidak memiliki rencana matang.

Trader dapat memilih untuk short sell Bitcoin jika merasa harganya akan turun. Short selling berarti trader membeli kontrak yang memberi untung jika harga di masa depan lebih rendah dibanding harga saat pembelian kontrak itu.

Saat pasar sedang tren menurun, atau saat memasuki fase bear, trader dapat melakukan short sell untuk mendapat untung atau untuk melindungi aset mereka dari harga yang sedang melemah.

Salma Markets adalah platform yang menyediakan perdagangan kontrak aset kripto. Perusahaan ini telah menerima lisensi dari Financial Commision, regulator keuangan di dunia.

Salma Markets saat ini menawarkan 17 trade pair dan akan ada lebih banyak lagi di masa depan.

Salma Markets menawarkan margin atau deposit minimal adalah satu dolar dan leverage mulai dari 10x hingga 100x, sehingga memudahkan akses bagi trader baru yang ingin berdagang dengan posisi kecil.

(Arie Saputra)