Jakarta, Aktual.co — “Samad dan Anas dimata ‘publik’ yang culas” begitulah komentar Juru Bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Ma’mun Murod Albarbasy, menanggapi soal pertemuan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad dengan petinggi PDIP.
“Saya menyakini Hasto (Sekjen PDIP, Hasto Kristianto), benar bahwa pertemuan Samad dan beberapa petinggi PDIP terjadi,” ujar Ma’mun Murod, melalui pesan singkat, Selasa (3/2).
Menurut dia, ada persamaan sekaligus perbedaan mencolok antara Ketua KPK, Abraham Samad dengan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.
Persamaan yakni, jika Anas dianggap salah oleh KPK dan ‘publik’ karena ingin menjadi Presiden, sementara seolah publik melegalkan perbuataan Abraham Samad, sebagaimana diutarakan Hasto yang ngebet jadi Wapres.
“Ketika Samad diyakini punya niat ingin jadi Wapres, “publik” secara berjamaah bilang: ‘sebagai warga negara, apanya yang salah kalau Samad ingin jadi Capres,” kata dia.
“Ketika Anas didakwa oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) sebagai ‘ingin jada Presiden’, sebagian ‘publik’ diam membisu seakan mengamini JPU,” kata dia.
Bahkan menurut dia, sebagian lainnya komentar sinis, bahwa Anas terlalu cepat n ambisius ingin jadi Presiden. Namun lagi-lagi, ‘publik’ seolah bersikap berbeda dengan Abraham Samad.
“Ini rasanya komen ‘publik’ yang culas, tak jujur. Komen yang aneh. Mestinya komen ‘Apanya yang salah’ disematkan ke Anas bukan ke Samad,” kata dia,
Semestinya, menurut dia wajarlah Anas ingin menjadi seorang Presiden. Sebab sebagai Ketum partai tak ada yang dilanggar baik secara konstitusional maupun moral politik.
“Justru harus dipandang aneh dan amoral ketika seorang Ketua KPK ingin jadi Wapres,” kata dia. Ia menambahkan, apakah pantas sebagi Ketua KPK yang dalam jalankan tugas harus betul-betul kedepankan integritas moral, lalu ingin menjadi Wapres. Jika begitu, sambungnya, di mana integritas moralnya serta di mana moralitas politiknya?.
“Itu (perlakuakan Samad) ibarat orang laki-laki solat hanya memakai celana yang panjangnya dari pusar hingga di bawah lutut tanpa pakai baju. Secara fiqh tentu solatnya sah, karena aurat laki-laki memang antara pusar dan di bawah lutut. Tapi pertanyaannya, opo yo patut solat mau menghadap Tuhan kok auratnya begitu minimalis?,” kata dia.
Seperti diketahui, Abraham Samad sebagaimana diutarakan Hasto ngotot ingin menjadi Calon wakil Presiden Joko Widodo pada pilpres kemarin. Bahkan Samad, dikatakan Hasto sempat menjanjikan untuk mengamankan sejumlah kasus yang melibatkan para petinggi PDIP di KPK. Belakangan, Abraham Samad membantah tudingan itu.
Pihak KPK dan beberapa kalangan aktivis sempat melegalkan perbuatan Samad tersebut. Menurut mereka, sah jika Samad ingin menjadi Cawapres.
Sementara diketahui, Anas dianggap KPK melakukan korupsi dalam proyek hambalang. Anas diduga melakukan itu, lantaran ingin menjadi Presiden.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby












