Jakarta, Aktual.co — Pengamat dan pelaku seni budaya Bali, Kadek Suartaya, SS Kar, MSi menegaskan, duta seni gong kebyar dari masing-masing kabupaten/kota di Bali telah melakukan persiapan secara matang dalam menyambut Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-37 tahun 2015.

“Meskipun aktivitas seni tahunan itu baru berlangsung Juni-Juli 2015, namun masing-masing kabupaten/kota sudah menunjukkan geliatnya,” kata Kadek Suartaya yang juga dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Senin (16/3).

Ia mengatakan, penampilan parade (kompetisi) gong kebyar di arena PKB menjadi favorit masyarakat Pulau Dewata yang telah berlangsung selama 36 tahun.

Wakil grup gong kebyar dari masing-masing kabupaten/kota jauh sebelumnya sudah mempersiapkan diri untuk berlaga di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali.

Kadek Suartaya menjelaskan, masing-masing kabupaten/ kota telah mempersiapkan tiga tim gong kebyar yakni kelompok dewasa, wanita dan kontingen anak-anak.

“Begitu sebuah sekaa atau sanggar yang ditunjuk kabupaten/kota otomatis menjadi utusan kabupaten/kota tersebut, sehingga latihan dan kesibukan mulai memancar,” ujar pria yang mengamati aktivitas seni menjelang pelaksanaan PKB.
Seluruh komponen yang terlibat dalam tim seperti para pelaku seni (penabuh, penari, dalang) termasuk para kreator (komposer dan koreografer), panitia dan pihak birokrasi masing-masing kabupaten/kota.

“Semuannya bersatu padu menjalin kerja sama untuk tujuan yang sama yakni meraih juara bergengsi tersebut,” ujar Kadek Suartaya.

Duta seni yang berada pada barisan paling depan seniman, baik penyaji maupun penggarap. Seniman penyaji adalah para penabuh dan penari festival gong kebyar berintikan lomba tabuh sekaligus kompetisi seni tari.

Mereka sudah direkrut jauh-jauh hari sebelumnya, ada yang mengunggulkan para “pengerawit sekaa sebunan” (banjar atau desa) maupun gabungan dari seluruh kabupaten/kota, termasuk penarinya.

“Namun beberapa tahun terakhirnya, demi hasrat menjadi yang terbaik, cenderung memadukan seluruh seniman kabupaten/kota yang dikualifikasikan memiliki potensi dalam bidangnya masing-masing,” ujar Kadek Suartaya.

Artikel ini ditulis oleh: