Jakarta, Aktual.co — Beberapa pekan terakhir, telah ditemukan peredaran beras palsu yang menyebar di Indonesia. Diketahui bahwa peredaran beras palsu (beras plastik) tersebut bersal dari negara Tiongkok. Parahnya,  beras ini dibuat dengan menggunakan limbah plastik (atau resin sintesis).

Dengan menggunakan mesin canggih, produsen beras ini bisa dengan mudah membuat beras berbahaya tersebut. Pertama, mereka mengumpulkan limbah-limbah plastik siap dibuang, yang kemudian dileburkan dalam sebuah mesin hingga berbentuk cairan.

Setelah diubah bentuknya, maka plastik ini kemudian dicetak menjadi seperti benang. Setelah itu, plastik ini diarahkan ke mesin pemotongan lain agar bisa dibentuk menjadi beras. Sekilas beras plastik ini tampak tak jauh berbeda dengan beras-beras di Tanah Air.

Sebagai informasi, beras palsu tersebut terbuat dari gabungan kentang, ubi jalar dan limbah plastik yang direkayasa sedemikan rupa, sehingga berbentuk menyerupai beras. Tidak hanya itu, produsen beras palsu ini juga menambahkan resin sintetis industri.

Resin sintetis ini dikatakan sangat berbahaya jika dikonsumsi karena bisa memicu kanker.

Hal di atas tentu saja membaut keresahan bagi masyarakat khususnya Ibu rumah tangga. Di beberapa wilayah seperti Bekasi dan Jakarta Pusat telah ditemukan peredaran Beras Plastik tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi Anda mewaspadai dan mengenali perbedaan antara keduanya.

Untuk membedakan antara beras palsu dengan beras asli sangat sulit. Namun perbedaan itu pastilah ada. Diketahui, bahwa beras plastik yang masih mentah berwarna bening. Sedangkan, beras asli berwarna bening campur putih susu.

Sementara itu, perbedaannya ketika telah dimasak, , dimana beras palsu dapat dibedakan dengan beras asli dari rasanya. Beras palsu akan terasa keras dan kenyal, atau serasa masih ada bagian yang mentah padahal proses memasaknya sama.

Disamping itu, beras asli lebih terasa empuk dan lembut saat di kunyah.

Beras palsu tersebut juga sangat berbahaya. Mengonsumsinya sebanyak tiga mangkuk kecil setara dengan memakan satu tas plastik.

Artikel ini ditulis oleh: