Ratusan massa yang tergabung dalam Front Wong Cilik melakukan aksi karnaval Rakyat di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan. Ponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016). Dalam aksinya ratusan massa Front Womg Cilik mendesak Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk tidak memilih Basuki Tjahja Purnama (Ahok) untuk menjadi Cagub dari PDI Perjuangan.

Jakarta, Aktual.com – Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain menilai ditolaknya sapi milik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok oleh warga Luar Batang dikarenakan tak mencukupi syarat berkurban.

“Kan kurban ini untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ini kan untuk ibadah. Nah itu kan syarat dan rukun kurban. Maka Ahok enggak mencukupi syarat untuk kurban,” ujar Tengku Zulkarnain di Jakarta, Senin (12/9).

“Jadi kalau memang dari Ahok, memang enggak usah diterima,” tambahnya.

Menurut Tengku, Ahok seharusnya sudah mengerti untuk tidak berkurban. Dengan pemberian sapi kurban tersebut, ia mempertanyakan apakah dalam agama Ahok juga memerintahkan untuk berkurban.

“Ya kalau memang enggak ada di dalem agama Ahok ya enggak usah gatel-gatel buat ngasuh sapi,” cetusnya.

“Jadi memang harus ditolak, di dalam injil kan juga enggak ada, ayat mana? Jadi sekarang lakum dinukum waliyadin,” sambung dia.

Selain itu, kata dia, ditolaknya sapi Ahok ini karena warga Luar Batang menilai calon gubernur DKI itu seperti orang Belanda yang menjajah Indonesia.

“Tanah kita dirampok, terus disuruh kerja, dan akhinya kita dikasih kaos, pakaian. Ini kan sakit hati. Ini sama seperti kumpeni mungkin rakyat luar batang begitu,” pungkasnya.

Laporan: Nailin In Saroh

(Nebby)