Jakarta, Aktual.co —Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Nasdem, Inggard Joshua menyarankan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengabulkan tuntutan para buruh agar Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI dinaikkan jadi 3 juta rupiah.
Anehnya, saran itu dilontarkannya justru bukan demi alasan menyejahterakan buruh. Tapi malah untuk membuat para pekerja dari luar Jakarta lagi tak berduyun-duyun ke Jakarta. Sehingga Jakarta bisa dikembangkan sebagai kota jasa.
Ini penjelasan dia.
Kata Inggard, dengan UMP yang tinggi, maka akan membuat para pengusaha di Jakarta gerah. Dan akhirnya bakal memindahkan pabrik-pabriknya hengkang dari Ibukota. Jika sudah tidak ada lagi pabrik di Jakarta, kata dia, maka masyarakat dari daerah tidak bakal lagi berbondong-bondong ke Jakarta mencari pekerjaan.
“Lagi pula tenaga kerjanya dari luar Jakarta dan bikin penuh Jakarta,” ujarnya, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (2/12).
Nantinya, kata Inggrad, lahan-lahan bekas pabrik bisa dikuasai Pemrov DKI dan bisa dialihfungsikan jadi lahan komersial. Demi membangun DKI Jakarta menjadi kota Jasa.
“Nanti kita bisa beli pakai APBD DKI kan besar. Apa nantinya kita buat lahan itu menjadi komersial ya untuk membangun Jakarta jadi kota Jasa. Makanya saya siap memperjuangkan itu. Panggil tokoh-tokohnya (Dewan Pengupahan).”
Dia mengaku sudah berbicara dengan Gubernur Ahok untuk usulan menaikkan jumlah UMP DKI. Namun Ahok mengatakan tak bisa semena-mena menentukan kewenangan soal UMP yang telah ditentukan Dinas Tenaga Kerja.
“Dia (Ahok) gak bisa katanya, melawan apa yang menjadi keputusan Disnaker,” ungkap Inggrad.
Tak berhenti di situ, Inggrad bahkan menuding rendahnya UMP DKI justru disebabkan adanya ‘kongkalikong’ antara Dinas Tenaga Kerja dengan para pengusaha.
Artikel ini ditulis oleh:














