Jakarta, Aktual.comĀ  – Dalam enam pekan sejak pecahnya konflik Sudan, lebih dari 1,2 juta orang mengungsi, kata badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (31/5).

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengatakan Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM) mendasarkan penghitungannya pada laporan awal dari tim lapangan, sementara pengungsi tambahan kemungkinan akan muncul seiring meningkatnya akses kemanusiaan.

“Sementara itu, kami dan mitra kami terus memberikan bantuan di mana pun dan kapan pun kami bisa,” kata OCHA.

Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) telah memulai distribusi makanan di Negara Bagian Khartoum untuk sekitar 15.000 orang yang terjebak di Omdurman.

Di seluruh Sudan, WFP menyalurkan makanan untuk lebih dari 782.000 orang selama empat pekan terakhir, kata kantor kemanusiaan itu.

Badan tersebut juga menyediakan layanan telekomunikasi darurat untuk semua badan PBB dan komunitas kemanusiaan yang lebih luas di Sudan, di mana konektivitas dasar masih sulit.

Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Fund for Population Activities/UNFPA) memasok obat-obatan dan peralatan kesehatan reproduksi ke rumah sakit bersalin di Wad Medani yang terletak di Negara Bagian Al-Jazirah, kata OCHA.

Tim medis di rumah sakit itu juga menyediakan layanan kesehatan reproduksi untuk perempuan dan anak perempuan yang melarikan diri dari ibu kota Khartoum.

(Arie Saputra)