Singaraja, aktual.com – Sebuah rumah di Banjar Dinas Kelod, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, mengalami rusak berat, akibat terdampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Bali, Selasa (16/7) pagi.

Camat Busungbiu I Gede Putra Aryana mengatakan rumah yang terdampak gempa itu milik Wayan Ritawan (40) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh. Akibat gempa, atap rumahnya jebol dan dua kamar mengalami rusak berat.

“Kerugian diperkirakan Rp20 juta dan kejadian ini sudah kami laporkan ke Bupati. Saat ini, sejumlah petugas PMI Kabupaten Buleleng sudah datang ke lokasi untuk melakukan penanganan,” katanya.

Saat terjadi gempa, Wayan Ritawan sedang bekerja sebagai buruh bangunan. Di rumah hanya ada istrinya, sedangkan anak-anaknya sedang bersekolah. “Saat merasakan getaran gempa, perasaan saya tak enak sehingga saya pulang dan sampai di rumah saya melihat rumah sudah rusak,” katanya.

Menurut Ritawan, rumah yang ditempati bersama keluarga itu berusia sekitar 20 tahun dan diperkirakan tak kuat menahan goncangan gempa yang cukup kuat.

Untuk sementara, keluarga Wayan Ritawan tinggal di rumah keluarga dan PMI Kabupaten Buleleng sudah menyalurkan bantuan berupa terpal dan “family kit” untuk penanganan awal pasca bencana.

Informasi dari BMKG Denpasar menyebutkan gempa berkekuatan 5.8 Skala Richter (SR) mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Bali, di antaranya Nusa Dua, Denpasar, Tabanan dan Jembrana, Selasa pukul 08:18:36 WITA.

Gempa yang tidak berpotensi tsunami itu berpusat di 9.11 lintang selatan, 114.54 bujur timur, dengan kedalaman 68 km itu terjadi di 83 km barat daya Nusa Dua, 84 km barat daya Jembrana, 89 km barat daya Denpasar, 90 km barat daya Tabanan, dan 917 km tenggara Jakarta.

“Murid-murid sekolah di Kabupaten Jembrana berhamburan keluar, salah satunya murid di MTs Darussalam Pengambengan, Negara. Semuanya panik, termasuk guru,” kata warga Negara, Kabupaten Jembrana, Irfan.

Ant.

(Zaenal Arifin)