Jakarta, Aktual.co — Ketua umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempertanyakan sikap seorang kader Demokrat yang menuding Kongres IV Partai Demokrat berjalan tak demokratis.
Menurutnya, kabar tersebut membuat dirinya heran dan mempertanyakan maksud dari kader yang tak disebutkan namanya itu.
“Saya menanyakan apanya yang tak demokratis,saya juga baca media massa. Sebulan lalu juga saya secara resmi kalau memang kehendak dan mayoritas (kader) berkehendak saya memimpin lagi PD, dikomentari bahwa SBY merusak demokrasi. Hati-hati menuduh seorang tidak demokrasi, 10 tahun saya pimpin negeri ini saya menghormati demokrasi dan jalankan nilai-nilai demokrasi,” kata SBY dalam sebuah wawancara khusus yang disiarkan situs YouTube, Minggu (10/5).
SBY menambahkan bahwa dirinya tak pernah melarang seseorang untuk maju menjadi ketum asal sesuai dengan aturan partai yang berlaku.
“Saya atau PD tak pernah melarang seseorang untuk maju menjadi ketua umum partai, tentu semua ada syarat dan aturan yang berlaku. Soal pemilihan ketua umum masing-masing partai memiliki cara sndiri-sendiri.”
Namun, SBY menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam berpolitik merupakan hal yang wajar karena itu bagian dari demokrasi, termasuk dalam hal ini di internal Partai Demokrat (kader).

Artikel ini ditulis oleh: