Jakarta, Aktual.co — Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku tak pernah berambisi menjadi ketua umum sejak awal menggagas Partai Demokrat bersama Ventje Rumangkang.
Disebutkan, berbagai permasalahan terjadi diawal tahun 2013. Diantaranya, Anas Urbaningrum yang saat itu sebagai ketum memberhentikan diri, ada perpecahan internal,elektabilitas (Demokrat) meluncur tajam (jatuh).
“Maka saya bersedia waktu itu memimpin Demokrat. Waktu itu juga saya sebenarnya kalau ada alternatif orang lain, karena saya masih memimpin dan bertugas sebagai presiden,” kata SBy dalam wawancara khusus yang disiarkan di situs YouTube, Minggu (10/5).
SBY menambahkan, para kader Demokrat, khususnya di daerah, meminta agar dirinya memimpin Partai Demokrat agar bisa menyatukan Demokrat dan membawa ke yang lebih baik.
“Saya tak langsung menjawap dan bicara dgn bu Ani,tapi dari daerah makin kuat dan akhirnya benar saya bersedia,” ujar SBY.
Baginya, keinginan mayoritas kader Demokrat dipaksaan atau direkayasa. Jika nanti terpilih sebagai ketum, SBY akan memimpin bersama seluruh kader yang ingin membesarkan partai.
Artikel ini ditulis oleh:

















