Jakarta, Aktual.com – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kepemimpinan di Partai Demokrat hanya satu dan tidak mengenal istilah “matahari kembar”. Menurut SBY, pucuk pimpinan Partai Demokrat berada di tangan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Penegasan tersebut disampaikan SBY saat memberikan pidato dalam Perayaan Natal Nasional dan Tahun Baru 2026 Partai Demokrat yang digelar di Jakarta, Senin (12/1/2026) malam. SBY menyampaikan sambutan mewakili AHY yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas negara.

“Seharusnya yang menyampaikan sambutan utama adalah pemimpin Partai Demokrat, Bung Agus Harimurti Yudhoyono. Beliau pemimpin partai. Saya ini boleh dikatakan mentor senior. Mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY,” ujar SBY dalam pidatonya.

SBY menjelaskan, AHY tidak dapat menghadiri acara tersebut karena tengah bertugas sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Timur. Ia menegaskan bahwa kepentingan negara dan rakyat harus selalu diutamakan di atas kepentingan partai.

“Bagi Demokrat, country first, the people first, baru partai. Jangan dibalik. Negara dulu, rakyat dulu, baru partai. Karena itu saya mendapat tugas dari panitia untuk menyampaikan sambutan ini mewakili Mas AHY,” kata SBY.

Dalam kesempatan itu, Presiden keenam Republik Indonesia tersebut juga menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Demokrat harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa, bukan justru menambah beban.

“Demokrat bersama Presiden Prabowo harus menjadi bagian dari solusi, bagian dari progres. Sudah banyak masalah yang dihadapi bangsa ini, jangan ditambah lagi oleh kita semua,” tegasnya.

SBY menuturkan, sejak didirikan 25 tahun lalu, Partai Demokrat memiliki tekad kuat untuk mengabdi kepada negara dengan berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.

“Negara yang kita bangun adalah negara yang aman dan damai, negara yang adil, negara yang sejahtera, demokrasinya hidup, dan lingkungannya terjaga dengan baik,” ucapnya.

Meski Indonesia memiliki cita-cita besar menjadi negara maju, SBY mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi tidak ringan. Karena itu, ia mengajak seluruh kader Demokrat untuk bekerja keras dan menjaga kebersamaan.

“Seberat apa pun tantangan, selalu ada solusi. Dengan kebersamaan, visi bersama, dan kepemimpinan yang efektif, kita bisa membangun hari esok yang lebih baik,” pungkas SBY.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi