Jakarta, Aktual.co —Ujian Nasional untuk pelajar setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) digelar serentak seluruh Indonesia mulai hari ini, Senin (4/5).  Di Bogor, Jawa Barat, UN diikuti 18.774 siswa SMP dan MTS baik negeri maupun swasta. Terdiri dari 15.734 siswa SMP dan 3.040 siswa MTS.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin mengatakan siswa-siswa itu berasal dari 118 SMP negeri/swasta  dan 34 MTS negeri/swasta. “Seluruh siswa akan mengikuti ujian nasional hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia,” kata dia, di Bogor, Senin (4/5).
Untuk UN tingkat SMP/MTS di Kota Bogor, ujar dia, tidak ada yang mengikuti ujian berbasis komputer. Semua sama-sama menggelar ujian berbasis kertas. Berbeda dengan pelaksanaan UN jenjang SMA/SMK yang ada tiga sekolah menyelenggarakan “computer based test” (CBT).
“Karena secara persyaratan SMP dan MTS di Kota Bogor belum bisa mengikuti ujian berbasis komputer, ini tidak menjadi persoalan, karena kita sudah menyelenggarakannya (CBT) tingkat SMA,” katanya.
Ia mengatakan pelaksanaan ujian nasional itu diawasi secara ketat dengan melibatkan 1.686 orang pengawas ruangan dengan menggunakan sistem silang dari masing-masing sub rayon. “Satu ruangan diawasi oleh dua orang pengawas, total keseluruhan jumlah ruangan ujian ada 843 ruangan, sehingga pengawas yang dilibatkan sekitar 1.686 orang,” katanya.
Fahrudin memastikan pelaksanaan ujian nasional jenjang SMP/MTS di Kota Bogor akan berlangsung kondusif seperti pada pelaksanaan UN tingkat SMA.
Terkait kebocoran soal, ia menjamin dengan pengawasan ketat aparat sekolah, pengawas dan juga kepolisian mulai saat pendistribusian soal (30/4) hingga percetakan ke SMPN 5 sebagai titik bongkar.
Ia mengatakan setelah soal ujian didistribusikan dari percetakan ke titik bongkar SMPN 5, soal didistribusikan ke masing-masing sub rayon yakni SMPN 1, dan MTSN 1 Bantarjati. “Soal baru boleh diambil oleh seluruh sekolah penyelenggara di masing-masing sub rayon pada hari pelaksanaan ujian mulai pukul 05.00 WIB. Begitu juga untuk ujian di hari berikutnya,” kata dia.
Fahrudin menambahkan, jika siswa tidak dapat mengikuti hari pertama ujian nasional karena berhalangan dengan alasan sakit, dapat mengikuti ujian susulan yang akan diselenggarakan sepekan setelah pelaksanaan ujian nasional.
Pada pelaksanaan ujian nasional kali ini, selain sekolah reguler juga dilaksanakan ujian nasional kesetaraan paket B yang diikuti oleh 667 peserta dari 27 PKBM di Kota Bogor.

Artikel ini ditulis oleh: