Jakarta, Aktual.co —Angka pengangguran di negara superkaya Arab Saudi mencapai 650 ribu orang. Di antara jumlah tersebut meliputi 258 laki-laki dan 392 orang kaum perempuan. Namun demikian, melalui pernyataan yang disampaikan pada Ahad, (15/2), Kerajaan mengaku berhasil menurunkan angka tersebut hingga 11,7 persen lewat program nasional Nitaqat. Menurut Departemen Statistik dan Informasi Arab Saudi, angka pengangguran yang selama ini ditulis oleh media massa adalah tidak benar. “Angka tersebut tidak mewakili jumlah pengangguran di Arab Saudi,” jelas Departemen.

Sebelumnya beredar laporan yang menyebutkan bahwa angka pengangguran di kalangan kaum peremuan Saudi pada 2013 mencapai 34 persen sedangkan di lingkungan lelaki berjumlah 6,2 persen. “Angka di lingkungan lelaki berkurang karena tenaga ahli di kalangan mereka meningkat.” Untuk mengatasi pengangguran, Kementerian Perburuhan Arab Saudi melalui program nasional Nitaqat sejak 20 April 2014 melakukan tiga aksi bagi warga Saudi. Mereka disebarkan ke berbagai sektor swasta. Tidak dijelaskan secara detail apa saja program tersebut

Hingga akhir 2015, program Nitaqat diperkirakan dapat menyediakan lapangan kerja bagi 750 ribu warga Saudi. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan hingga 15,6 persen sepanjang 2015. Pencapaian tersebut dibantah oleh para penggiat blog di Saudi. Mereka mengatakan, angka pengangguran di kalangan kaum pria dan wanita Arab Saudi jauh lebih besar daripada data yang disampaikan Kerajaan kepada publik. “Jumlah total angka pengangguran di Saudi lebih dari satu juta orang,” ucap salah seorang blogger. Bahkan blogger lainnya menyebut angka enam juta orang.

Sementara itu blogger yang tak bersedia disebutkan identitasnya menerangkan, pengangguran di Saudi mencapai 1,5 juta jiwa terdiri dari kaum lelaki dan perempuan. Dia meragukan angka yang dikeluarkan oleh Departemen. “Saya rasa kaum pengangguran di desa-desa terpencil tidak dihitung oleh Departemen,” tulisnya.