Dewan Pembina Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) dan juga ketua KODI DKI Jakarta KH. Jamaluddin F Hasyim (kedua dari kanan) dalam Seminar Fraksi PPP DPR RI bertajuk ‘Pasca Putusan MA tentang Vaksin Halal: Umat Islam Butuh Vaksin Halal’ di Ruang Rapat BAKN Gedung Nusantara I DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (15/6).

Jakarta, Aktual.com – Dewan Pembina Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) KH. Jamaluddin F Hasyim mengatakan agar pemerintah tidak tunduk kepada mafia vaksin dan segera laksanakan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait penggunaan vaksin berlabel halal dalam program vaksinasi nasional Covid-19.

“Kami menganggap bahwa pengabaian (putusan MA) ini, bukan berarti pemerintah tidak tau dan tidak faham tapi pemerintah sepertinya tersandera mafia vaksin,” ujarnya.

Jamaluddin menduga ada oknum-oknum pemerintah yang sudah komit dalam transaksi-transaksi terkait pengadaan vaksin Covid-19 kemudian akhirnya harus memaksakan penggunaan vaksin non-halal meskipun itu mengorbankan rakyat banyak.

“Jangan sampai kepentingan bisnis para pemodal besar yang bermain dalam urusan vaksin mengalahkan kepentingan publik, umat dan kemudian merugikan kita semua dan menjadikan kita sebagai bangsa yang kemudian banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran konstitusi hanya gara-gara alasan yang semacam itu”.

Hal ini disampaikan dalam Seminar Fraksi PPP DPR RI bertajuk ‘Pasca Putusan MA tentang Vaksin Halal: Umat Islam Butuh Vaksin Halal’ di Ruang Rapat BAKN Gedung Nusantara I DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (15/6).

Ketua Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta itu juga menjelaskan dalam agama, memasukkan barang yang haram ke dalam diri kita itu mempunyai efek yang banyak sekali bukan hanya secara kesehatan tapi juga secara spiritual.

“Umat Islam ini kekuatannya doa kalau banyak barang haramnya doanya jadi gak mempan padahal kita dalam perjuangan membutuhkan kekuatan dan kami sangat menekankan itu”.

(Dede Eka Nurdiansyah)