Kuningan, Aktual.com Pesatnya perkembangan internet membuat pentingnya wawasan dan kesadaran masyarakat terhadap tekhnologi digital.

Ketua R-TIK Kuningan, Asep Mahpudin mengatakan, kegiatan literasi digital ini bertujuan agar masyarakat memmbuka wawasan terhadap internet.

Terlebih, relawan TIK di Kuningan sudah ada sejak tujuh tahun yang lalu. Pihaknya pun menyasar generasi Z yakni pelajar dan mahasiswa agar cerdas menggunakan media tekhnologi digital yang digunakan dalam sehari – hari.

“Insya Allah program ini akan menyasar kampus – kampus lainnya agar mahasiswa bisa dengan aman berselancar di dunia digital dan semakin cakap dalam menggunakan internet,” jelas dia dalam keterangannya, Sabtu (27/8).

Sementara, Ketua R-TIK Jabar, M Nur Fajar Muharom mengatakan, kegiatan tersebut sudah seharusnya dilaksanakan karena literasi digital bukan hanya tugas pemerintah saja, juga tugas bersama.

“Saya apresiasi seminar literasi digital ini yang telah menggunakan konsep pentahelik melibatkan seluruh unsur masyarakat,” ujar Fajar.

Pihaknya berharap Seminar Literasi Digital bisa terus berlanjut dengan pembahasan menarik lainnya.

“Karena Literasi Digital tuh banyak bidangnya, jika dibagi itu ada empat pilar yakni keterampilan, etika, keamanan, dan budaya, dan itu harus diselenggarakan secara masif,” sambungnya.

Edukasi digital itu, imbuh Fajar, merupakan hak masyarakat. “Jadi bukan hanya milik masyarakat perkotaan, juga masyarakat yang ada di pedesaan,” jelasnya.

Fajar menuturkan berdasarkan data We Are Social Hootsuite per Februari 2022 lalu di Indonesia terdapat 204,7 juta pengguna internet dan 191,4 juta pengguna media sosial aktif, dari 68,9% populasi masyarakat Indonesia. Perkembangan pengguna internet bertambah 1,0% per tahun, atau setara dengan 2,1 juta pengguna.

Maka dari dengan adanya edukasi ini, lanjut Fajar, materi yang telah disampaikan kepada para peserta tadi bisa diberikan kembali ke keluarga, sahabat dan yang lainnya agar bisa jutaan pengguna internet bisa semakin cakap digital.

(Wisnu)