Jakarta, Aktual.co — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohammad Nasir mengatakan bahwa Indonesia sudah siap menerapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan hanya terkendala di masyarakat yang masih khawatir akan hal tersebut.
“Sebenarnya kita sudah siap kalau dari sisi komersial, sekarang masyarakat saja masih ada ketakutan. Saya sudah sosialisasikan, tapi saya rasa sudah waktunya, kalau ngga kita ketinggalan,” ujar Nasir di Kemenko Perekomian Jakarta, Selasa (12/5).
Di sisi lain, Menko Perekonomian, Sofyan Djalil justru mengatakan hal sebaliknya, yaitu masih banyak yang harus dipertimbangkan untuk membangun PLTN. Menurutnya, untuk membangun PLTN diperlukan tempat yang tepat untuk dibangun reaktor.
“Tapi kan makanya kita harus hati-hati kalau mau buat nuklir. Saya pikir masih banyak perdebatan,” tandasnya.
Untuk diketahui, Indonesia saat ini telah bekerjasama dan masih terus belajar dengan pihak asing untuk membangun PLTN, seperti Jerman, Finlandia, Rusia, Jepang, dan Korea Selatan. Dan beberapa negara berebut untuk investasi PLTN di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh: