Polisi berjaga diantara kerumunan warga saat calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melakukan blusukan di Kembangan Utara, Jakarta, Rabu (9/11). Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarno mengatakan, hak para paslon berkampanye sudah dijamin dalam Pasal 275 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu. Pasal itu berbunyi: “Setiap orang yang mengacaukan, menghalangi atau mengganggu jalannya Kampanye Pemilu dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah). AKTUAL/Tino Oktaviano

Bandung, Aktual.com – Sejumlah titik yang terjadi kerumunan warga di pusat Kota Bandung dibubarkan petugas. Upaya itu dilakukan untuk menekan angka kasus Covid-19 yang kini sedang melonjak.

Adapun pembubaran warga itu dilakukan pada sejumlah titik, yakni di Jalan Ahmad Yani, kawasan Kosambi, Jalan Asia Afrika, Alun-Alun Bandung, Jalan Otto Iskandar Dinata, dan Jalan Kepatihan.

Aparat tersebut berkeliling menggunakan mobil patroli bak terbuka sambil memberikan imbauan menggunakan pengeras suara.

Sedangkan anggota lainnya berjalan menyisir trotoar atau kawasan yang terdapat warga sedang berkerumun. Kemudian warga itu diminta untuk membubarkan diri dan tak lupa menerapkan protokol kesehatan.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pihaknya melakukan patroli secara gabungan bersama unsur aparatur pemerintahan lainnya.

“Karena situasi pekermbangan Covid-19 yang meningkat, kami lakukan pembubaran masyarakat yang berkumpul,” kata Ulung, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/6).

Menurut Ulung, pihaknya tetap bakal menerapkan sanksi bagi warga maupun badan usaha yang melanggar ketentuan pembatasan kegiatan yang telah diatur dalam Peraturan Wali Kota Bandung.

“Penerapan sanksi tetap dilakukan, mulai dari sanksi ringan, sedang, berat, hingga penyegelan,” kata dia.

(Nusantara Network)