Jakarta, Aktual.co —Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengakui pendapatan DKI tidak bisa mencapai target seperti yang ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI tahun 2014 sebesar Rp 72,9 triliun. 
Dari penghitungan di dua bulan terakhir, target tidak bisa tercapai mengingat besarnya defisit pendapatan di APBD 2014 yang jumlahnya mencapai Rp 12 triliun. 
Di mana dari target pendapatan dan penerimaan awalnya adalah Rp 72,9 triliun, ternyata pencapaian maksimal diperkirakan hanya di Rp 60 triliun.
“Saat ini kita defisit kemungkinan ada sekitar Rp 12 triliun dari APBD kita,” ujar mantan Walikota Jakarta Pusat itu di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (5/11).
Adapun penyebab melesetnya pendapatan DKI, kata Saefullah, lantaran melesetnya target penerimaan di berbagai pos.
“Seperti dana perimbangan tidak tercapai sebesar enam triliun rupiah, proyek Electronic Road Pricing (ERP) sebesar dua triliun rupiah dan sisanya adalah penerimaan pajak yang tidak tercapai yakni empat triliun rupiah,” tuturnya.
Meski akhir tahun sudah dekat, namun Saefullah optimis Pemprov DKI bisa mengejar target pencapaian pendapatan dari pos dana perimbangan pusat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak.
Diketahui, defisit pendapatan di APBD 2014 berpengaruh terhadap penetapan besaran target APBD 2015. Dari yang semula yang diajukan sebesar Rp 81,5 triliun, diturunkan Rp 76 triliun, atau turun Rp 5,5 triliun.

()