Yogyakarta, Aktual.co — Masa liburan seperti saat ini memang selalu menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang di Pasar Tradisional Beringharjo, Yogyakarta. Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, membuat mereka kebanjiran pembeli. Tak tanggung-tanggung, selama masa liburan ini mereka bisa mendapat omset hingga Rp5-10juta per hari.
Salah seorang pedagang pakaian Batik Sri Marno di los 10 selatan pasar Beringharjo, Rena, mengaku selama masa liburan ini omset mereka rata-rata naik sekitar 50 hingga 100 persen dibanding hari biasa. Hal itu terjadi sejak jelang hari raya Natal beberapa waktu lalu.
“Omset naik 50-100 persen. Dalam satu hari 100 lebih pakaian batik bisa habis. Mayoritas wisatawan membeli pakaian batik ini sebagai oleh-oleh. 60 persen itu pembeli ibu-ibu, sisanya remaja. Kalau anak-anak jarang,” katanya ketika ditemui di tempat jualan, Jumat (2/1).
Dibanding masa libur akhir tahun lalu, jumlah pengunjung pada masa liburan kali ini dikatakan lebih ramai. Hal itu terjadi karena masa liburan ini terjadi berbarengan dengan perayaan Sekaten, serta libur sekolah.
“Dibanding tahun lalu memang lebih ramai ini. Mungkin karena banyak yang memilih Jogja sebagai tempat liburan karena tidak ada banjir ataupun longsor,” katanya.
Diperkirakan jumlah pengunjung di pasar tradisional Beringharjo masih akan terus membludak hingga akhir pekan ini. Sementara jumlah pengunjung akan kembali normal awal pekan depan, dimana masa libur telah usai dan siswa kembali berangkat sekolah.
“Kemungkinan Sabtu besok adalah puncak kunjungan wisatawan ke pasar Beringharjo ini. Sementara hari Minggu (4/1) adalah yang terakhir. Kalau Senin kemungkinan sudah mulai sepi, karena sekolah sudah masuk dan wisatawan kembali ke asal masing-masing,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:
















