Jakarta, Aktual.co —Jakarta Night Festival (JNF) yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta untuk merayakan malam Tahun Baru 2015, menuai kritik dari Satuan Relawan Bencana Betawi Rempug (Sarbeni Rempug).
Ketua Umum Sarbeni Rempug, Sani Ahmad Irsan menilai penyelenggaraan JNF berlebihan. Mengingat Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai musibah. Sehingga kurang tepat jika mengadakan perayaan Tahun Baru secara besar-besaran.
“Apakah ini wajar dibuat di saat seperti sekarang? Seakan-akan Pemprov DKI tidak peka terhadap bencana yang terjadi,” kata Sani, saat dihubungi aktual.co, Rabu (31/12).
Dia juga mengatakan kalau kritik juga datang dari masyarakat di media sosial yang beranggapan perayaan tahun baru kali ini lebih mengedepankan hedonisme.
“Seharusnya Ahok (Gubernur) harus perhatikan itu. Jangan sampai disebut pemprov tidak tahu diri.”
Sebelumnya, Kepala Disparbud DKI, Arie Budhiman mengatakan sembilan panggung tersebut digelar untuk memberikan hiburan pada warga pada malam pergantian tahun.
Menurutnya, dua dari sembilan panggung tersebut merupakan panggung utama dalam kegiatan JNF, lokasinya berada di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Lapangan Silang Barat Daya Monas.
“Di kedua panggung tersebut, nantinya seluruh pengunjung akan dihibur dengan beragam hiburan yang ditampilkan oleh sederet artis ibu kota,” pungkas Arie.
Artikel ini ditulis oleh:

















