Jakarta, Aktual.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa munculnya harapan kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Standard & Poor’s (S&P) menjadi BBB (triple B) dari sebelumnya BBB- (triple B minus) dapat menjaga kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG).
“Harapan itu akan membuat pasar keuangan, termasuk saham di dalam negeri menjadi menarik bagi investor,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, Rabu (25/10).
Bagi investor, ia mengatakan bahwa peringkat utang suatu negara menjadi salah satu acuan dalam menempatkan dana investasinya, terutama asing. Dengan naiknya peringkat Indonesia maka aliran dana asing dapat kembali masuk ke dalam negeri.
“Investor asing dalam melakukan investasi itu melihat peringkat utang suatu negara. Kalau peringkat kita naik maka investor asing yang tadinya belum masuk ke Indonesia karena peringkat kita belum sesuai dengan kebijakanya, maka potensi dia masuk ke sini akan terbuka,” katanya.
Ia optimistis meningkatnya peringkat Indonesia akan menarik kembali dana asing yang telah keluar dalam beberapa hari terakhir ini kembali masuk ke pasar saham domestik.
“Asing akan reposisi investasinya, dan akan kembali masuk ke saham,” ucapnya.
Saat ini, lanjut dia, investor asing mulai melakukan akumulasi saham meski dalam skala yang belum terlalu besar. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia pada (Rabu, 24/10), investor asing mencatatkan beli bersih atau “foreign net buy” di pasar reguler sebesar Rp114,93 miliar.
Saat ini, Samsul Hidayat mengatakan bahwa pihaknya akan terus fokus untuk memperbesar kemampuan mobilisasi dana dan likuiditas pasar modal untuk menyambut peluang dan tantangan ke depannya.
“Dengan begitu, diharapkan kinerja IHSG akan terjaga secara jangka panjang,” katanya.
Pada hari ini (Rabu, 25/10), IHSG BEI ditutup mencatatkan rekor baru dengan menguat 73,35 poin atau 1,23 persen menjadi 6.025,43. Tercatat, sepanjang tahun ini IHSG telah mengalami kenaikan sebesar 13,35 persen.
Direktur Utama BEI, Tito Sulistio menilai tercapainya rekor baru indeks harga saham gabungan ke posisi 6.025,43 poin menunjukan kepercayaan investor terhadap perekonomian dan pasar modal domestik yang baik.
“Ini bukti ada kepercayaan investor terhadap pemerintah dan pasar modal Indonesia. Cadangan devisa positif, nilai tukar rupiah stabil, dan produk domestik bruto (PDB) tumbuh,” ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Antara
Arbie Marwan













