residen Joko Widodo (Jokowi) menerima keluhan para petani di Desa Bansari, Temanggung, Jawa Tengah, Presiden langsung menelepon Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dari Temanggung, Selasa (14/12).

Jakarta, Aktual.com – Wacana presiden tiga periode kembali mencuat ke publik setelah disinggung Presiden Joko Widodo saat hadir dalam musyawarah rakyat (musra) minggu lalu (28/8) di Bandung.

Mencuatnya isu presiden tiga periode ini ditentang keras oleh relawan Jokowi Mania (Joman). Ketua Joman, Immanuel Ebenezer menolak usulan Projo yang mengatakan semua relawan sepakat Presiden Joko Widodo melanjutkan masa jabatan hingga tiga periode.

“Usulan Jokowi tiga periode adalah produk haram bagi demokrasi. Joman menilai wacana tersebut sesat dan menjerumuskan,” kata pria yang akrab disapa Noel itu dalam keterangannya dikutip Kamis (1/9).

Noel juga menyinggung relawan Projo sebagai penanggung jawab acara musra. Noel meminta Projo sebagai pihak pengusung Jokowi tiga periode harus me-review sejarah dunia dan bahkan Indonesia sendiri.

“Jangan memakai perbandingan Jerman dan Inggris. Mereka demokrasi parlementer. Kita dulu pernah, dan akhirnya malah bubar,” kata Noel.

Ia memberi contoh banyak rezim di dunia yang berkuasa panjang akhirnya di demo dan jatuh dengan mengerikan. Noel mengatakan pihaknya tidak menginginkan bila Jokowi mengalami nasib seperti demikian.

“Kita lihat kejatuhan Saddam Husein, Moamar Khadafi, Soeharto dan lainnya. Belum lagi para pemimpin yang diisolasi dunia karena berkuasa panjang. Semuanya dimulai dari memperpanjang kekuasaannya,” kata Noel.

Noel meyakini Jokowi tidak menginginkan berkuasa kembali. Jokowi hanya berharap munculnya pemimpin baru yang bisa seirama dan melanjutkan program program pemerintahannya. Karena itu, Ia berharap tidak ada lagi gagasan Jokowi tiga periode sehingga tak boleh dilanjutkan.

“Ini produk haram bagi demokrasi. Sangat berbahaya,” papar dia.

Sebelumnya, Ketum Projo Budi Arie mengatakan semua relawan sepakat Jokowi melanjutkan masa jabatan hingga tiga periode. Budi berkata Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) seharusnya tak perlu dilanjutkan. Dia menyebut relawan satu suara mendukung Jokowi pada 2024.

“Lanjut apa enggak? [Relawan] mau lanjut, Pak, tapi konstitusi gimana? Kayaknya Musra sudah berakhir dengan kesimpulan lanjutkan, Pak,” kata Budi kepada Jokowi dalam Musra yang digelar di Bandung, Minggu (28/8).

Budi juga mengklaim masyarakat masih menghendaki Jokowi untuk mencalonkan diri kembali pada Pilpres 2024.

Budi mengatakan hal itu tercermin dari hasil Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) yang digelar para relawan Jokowi. Pada musyawarah itu, Jokowi dipilih oleh sekitar 1.704 orang dari 5.721 orang.

(Warto'i)