Jakarta, Aktual.co — Imbas dari sentimen negatif di bursa global dan regional, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka di teritori negatif. Pada perdagangan preopening, IHSG jatuh 24,664 poin (0,46%) ke level 5.296,237. Sedangkan Indeks LQ45 anjlok 6,269 poin (0,68%) ke level 921,484.
Mengawali perdagangan, Rabu (26/5/2015), IHSG dibuka turun 23,453 poin (0,44%) ke level 5.297,448. Indeks LQ45 dibuka melemah 6,189 poin (0,67%) ke level 921,546. Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG berkurang 20,208 poin (0,39%) ke level 5.299,958. Sementara Indeks LQ45 mundur 5,179 poin (0,56%) ke level 922,574.
NH Korindo Securities Indonesia dalam risetnya mengemukakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin diwarnai technical rebound, yang mampu bergerak naik Padahal, dari chart sebelumnya mengindikasikan terjadinya peluang pelemahan.
“Tetapi, meningkatnya aksi beli, terutama didukung aksi beli asing membuat laju IHSG mampu mengesampingkan peluang pelemahan tersebut,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada,Rabu (27/5).
Angin segar pada IHSG juga terjadi dari kenaikan pada laju bursa saham Asia dan diiringi ekspektasi positif terhadap peluang kenaikan rating (pasca kenaikan outlook). Bahkan aturan relaksasi LTV dan GWM-LDR turut membawa dampak positif pada IHSG.
Pada perdagangan Rabu (27/5) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.280-5.296 dan resisten 5.335-5.358. Menurutnya, ekspektasi akan terjadinya pelemahan kembali dapat dilampaui dengan penguatan yang cukup tinggi. Tren pelemahan pun sedang di coba untuk di tahan.
“Akan tetapi, di tengah laju kenaikan tersebut juga dimanfaatkan untuk profit taking sehingga berpotensi kembali berbalik arah melemah. Untuk itu, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah,” pungkasnya.
Sementara itu, First Asia Capital dalam risetnya mengemukakan, imbas kondisi global yang kurang kondusif, IHSG akan bergerak variatif dan cenderung rawan koreksi.
“Kondisi pasar global yang kurang kondusif tersebut diperkirakan akan mempengaruhi psikologis pasar pada perdagangan hari ini,” terangnya.
“Tren penguatan dolar telah berdampak negatif terhadap pelemahan rupiah yang akan mempengaruhi pergerakan harga saham. Turunnya harga komoditas juga akan kembali menekan harga saham emiten berbasiskan komoditas,” tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















