Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada hari ini kembali bakal berjalan melemah. Hal ini seiring penguatan USD, sementara sentimrn dalam negeri tak direspon pelaku pasar.
Mengutip Bloomberg hari ini, rupiah dibuka diposisi 13.547 atau melemah tipis dari posisi penutupan kemarin di 13.545. Bahkan terus melemah hingga satu jam pertama ke posisi 13.554.
Analis pasar uang dari PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada menyebut, masih adanya sentimen dari optimisme pasar terhadap pengesahan program reformasi pajak AS membuat laju USD kembali melanjutkan penguatannya. Hal itu tentu memukul rupiah.
“Sehingga laju rupiah yang sebelumnya dapat bertahan positif, berbalik melemah seiring meningkatnya permintaan akan mata uang USD,” ujar Reza di Jakarta, Kamis (7/12).
Dutambah lagi, laju USD juga mendapat sentimen positif dari bertumbuhanya U.S private sector employment.
Apalagi kemudian, kata dia, sentimen positif dari dalam negeri berupa tertariknya beberapa investor asing pada sejumlah proyek infrastruktur Indonesia tampaknya masih kurang kuat.
“Sentimen domestik itu ternyata direspon negatif pasar, sehingga tak mampu mempertahankan pergerakan positif Rupiah,” kata dia.
Untuk itu, kata dia,diharapkan laju Rupiah dapat bertahan menguat, namun demikian tampaknya meningkatnya permintaan akan USD membuat pergerakan USD tetap pada tren kenaikannya.
“Akibatnya dapat menjadi penghalang bagi Rupiah untuk bergerak dalam tren positifnya. Kembali waspadai terhadap sentimen yang dapat menahan Rupiah bergerak positif itu,” jelas dia.
Dengan kondisi rupiah seperti itu, kata dia, dia memperkirakan support rupiah akan bergerak di kisaran 13.542, namun yang sudah terlewati dan resisten rupiah di perkirakan di angka 13.509.
(Busthomi)
Artikel ini ditulis oleh:















