Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen yang akan menaikkan suku bunga acuannya pada akhir tahun ini langsung membuat dolar Amerika Serikat (AS) bertenaga. Sehingga rupiah pun melemah.

“Di sisi lain, turunnya kinerja beberapa emiten; masih belum adanya kejelasan kesepakatan Yunani dengan para kreditor; dan masih adanya perlambatan di zona Euro turut menambah sentimen negatif bagi Euro. Hal ini semakin membuka jalan lebar bagi dolar AS bergreak naik,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada Selasa (26/5), Reza memprediksikan laju rupiah di bawah target level support 13.141, yakni Rp13.192-13.180 (kurs tengah BI). Menurutnya, sentimen yang ada kurang kuat mendukung pembalikan arah naik dari rupiah.

“Untuk itu, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh: