Jakarta, Aktual.co — Depresi bukan hal pertama yang terkait dengan kanker. Namun demikian, hidup dengan kanker bisa berakibat terhadap kerusakan fisik. Penanganannya bisa dengan operasi, kemoterapi dan radiasi.
Tapi, itu semua bisa menyebabkan perubahan drastis dalam gaya hidup seseorang dan rasa takut serta kecemasan yang menyertai individu tersebut. Selain itu, kanker juga mampu membuat tingkat emosional meningkat.
Pasien kanker sering kehilangan nafsu makan, kesulitan dalam berkonsentrasi atau membuat keputusan, kehilangan memori, pola tidur berubah, perasaan bersalah, tidak bahagia, tidak berdaya dan ketakutan tentang masa depan mereka.
Kabar baiknya adalah bahwa itu semua merupakan hal normal bagi pasien kanker. Mereka pesimis karena beberapa alasan, termasuk ketakutan akan kematian, perubahan bentuk tubuh dan harga diri, perubahan peran sosial dan gaya hidup, dan timbulnya masalah keuangan.
Tidak semua orang yang didiagnosis mengidap kanker mengalami depresi serius atau kecemasan. Namun, salah satu gejala paling terjadi pada pasien kanker adalah depresi, yang dapat menyebabkan pasien merasa lebih tertekan dan membuat lebih sulit bagi mereka untuk merespon pikiran positif terhadap pengobatan.
Setelah pasien mulai merasakan perubahan dan tantangan, sangat penting bagi kita untuk memantau perasaan pasien untuk memastikan bahwa mereka tidak berdampak kehidupan mereka dalam keseharian atau mengganggu perawatan medis pasien.
Sementara itu, anti-depresan yakni bentuk umum dari pengobatan untuk banyak pasien kanker, ada beberapa jenis terapi yang dapat bermanfaat, yakni, dengan berolahraga secara teratur. Terapi ini meliputi, psikoterapi, terapi perilaku kognitif, terapi penerimaan dan komitmen, terapi interpersonal. (bersambung………).
Artikel ini ditulis oleh:
















