Warga melakukan isi ulang pulsa listrik di salah satu perumahan, Jakarta, Senin (30/11). Tarif listrik pelanggan rumah tangga berdaya 1.300 VA dan 2.200 VA pada Desember 2015 akan mengalami kenaikan sebesar 11,6 persen dibandingkan November 2015 menyusul pemberlakuan mekanisme penyesuaian tarif kedua golongan tersebut oleh PLN. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/15.

Jakarta, Aktual.com – Serikat Pekerja PLN meminta PLN melakuan efisiensi biaya pokok produksi (BPP) agar dapat memberikan layanan tarif yang murah kepada masyarakat sekaligus menggerak perekonomian nasional yang lebih kompetitif.

Menurut Ketua umum serikat pekerja PLN, Jumadis Abda; diatara yang bisa dilakukan melalui penghematan dari aspek energi primer. Saat ini pembangkit nasional masih menggunakan sebanyak 8 Persen BBM dari bauran energi primer, padahal BBM lebih mahal ketimbang gas.

“Bauran energi primer ternyata belum efisien karena umumnya kita masih menggunakan BBM dalam listrik. Ada sekitar 8 persen BBM sebagai bahan pembangkit. BBM ini sangat mahal,” katanya ditulis Selasa (8/8).

Namun walaupun gas lebih murah daripada BBM, hal ini tidak sebanding dengan harga gas bahan pembangkit yang digunakan dibeberapa negara kawasan ASEAN.

Karenanya Jumadis Abda meminta semua pihak terkaitu agar berupaya menekan harga gas dalam negeri untuk bahan bakar pembangkit. Jika hal ini dapa diwujudkan, niscaya tarif listrik nasional akan lebih murah dan produksi industri domestik akan mampu menyaingi produk luar.

“Karena itu kita mendorong seperti negara tetangga pada umumnya mereka lebih banya menggunakan gas alam didalam pembangkit mereka hingga harga mereka lebih murah. Hampir 50 persen di Malaysia menggunakan gas alam untuk pembangkit, sementara Indonesia baru 25 persen,” ujarnya.

“Harga gas di sana juga lebih murah sekitar USD 4,6 per MMBTU, sedangkan di PLN hampir dua kali lipat harganya. Nah, kalau harga gas ini bisa diturunkan skeitar USD 5 MMBTU untuk PLN, maka PLN bisa menghemat dari BPP mencapai Rp 2 triliun,” pungkasnya.

Laporan: Dadangsah Dapunta

(Nebby)