Surabaya, Aktual.com – Diduga akibat depresi, seorang jemaah haji asal Surabaya bernama Samsuri, enggan pulang ke rumah meski sudah tiba kembali di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Turun dari bus pun dia tidak mau. Permintaan jamaah dari kloter 21 yang merupakan warga Desa Bulakan, Gresik, Jawa Timur itu hanya satu, minta kembali ke tanah suci Mekah untuk kembali berhaji.

Tentu saja, permintaan Samsuri membuat heboh suasana kedatangan rombongan di asrama haji yang semula lumayan tenang.

Petugas panitia penyelenggara ibadah haji pun dibuat kerepotan. Berbagai rayuan coba dikeluarkan. Bahkan isteri Samsuri sampai dipanggil untuk coba melunakkan hati sang suami. Tapi apa daya, semua upaya itu kandas.

Samsuri tetap tak bergeming enggan turun dari bus dan minta kembali ke Mekah.

Rayuan gagal, petugas pun melakukan upaya lain. Pak Haji itu pun terpaksa diangkat dari kursinya agar turun dari bus dan dibawa ke asrama haji bergabung dengan jamaah lain.

Apa daya, setiba di asrama haji, Samsuri ternyata memberontak dan minta dikembalikan ke bus dan minta diantar kembali ke Mekah.

Meredakan suasana, petugas terpaksa kembali membopong Samsuri. Kali ini dia dibawa ke ruang poliklinik. Belum juga reda, sesampainya di sana dia kembali berontak. Namun oleh petugas didiamkan di poliklinik untuk dirawat sampai kondisi kesehatannya kembali stabil.

Dari penuturan jemaah haji lain sesama rombongan, Samsuri ternyata memang sudah terlihat gelisah sejak turun pesawat menuju bus. Dia selalu terdiam dan tidak bisa tidur.

Dari penjelasan tim kesehatan yang mendampinginya, Nur Murtasydha mengatakan, Samsuri mengalami stroke. Diduga sakit itu mempengaruhi psikisnya. “Jadi jemaah tersebut memang pasien stroke. Dengan gangguan strokenya memang bisa mempengaruhi kondisi piskisnya.” ujar Nur, Rabu (7/10).

()