Jakarta, Aktual.com – Imam Masjid Jamae Nalla Mohamed Jameel di Singapura meminta maaf atas tindakannya yang menyinggung perasaan umat Kristen dan Yahudi dalam isi materi doanya. Materi doa tersebut bukan berasal dari kitab suci Al-quran, demikian klarifikasi Jameel.
Sebelumnya, Sebuah video online muncul pada bulan Februari lalu, yang memperlihatkan aktivitas khotbah. Saat usai acara Jameel membacakan doa dalam bahasa Arab, “Tuhan membantu kita melawan Yahudi dan Kristen,” ujarnya.
Setelah kejadian tersebut, Jumat (31/3) Nalla membuat pernyataan bahwa dirinya menyesal dan meminta maaf kepada berbagai kelompok agama termasuk Kristen. Pernyataan tersebut disampaikan dalam jump pers di Harmoni in Diversity Galerry, Maxwell Road.
”Saya menghormati hukum negara dan menghargai keprihatinan masyarakatnya. Saya benar-benar sangat menyesal atas tindakan say yang telah menyinggung anda, dan saya harus bertanggung jawab penuh atas kelakuan saya, yang merupakan sebagai bagian dari tugas saya kepada semua warga Singapura,” kata Jameel, dikutip Straits Times, Sabtu (1/4).
Dia menjelaskan bahwa Materi doanya bukan berasal dari Al-quran. Menurutnya, sumbernya itu berasal dari teks Arab kuno yang terdapat di desa asalnya, di India.
Pewarta : Gespy Kartikawati Amino
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















