Pengendara sepeda motor melintas dengan latar belakang Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik tampak dari kawasan Sunggal (70 km dari Sinabung), Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa, (19/7). Aktifitas Gunung Sinabung berstatus Awas (level IV) masih meningkat ditandai dengan erupsi dan luncuran lava pijar. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/foc/16.

Jakarta, Aktual.com – Gunung Sinabung, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara terus gelisah. Erupsi terus terjadi. Status Sinabung masuk level IV atau Awas.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sejak dini hari hingga (Rabu) sore tercatat terjadi 19 kali luncuran awan panas guguran dan 137 kali guguran.

Dalam kurun waktu antara pukul 00.00 – 06.00 WIB, terjadi 10 kali awan panas guguran. Dengan jarak dan arah luncur tidak teramati karena tertutup kabut. “Guguran lava pijar teramati sejauh 500 meter ke arah selatan-tenggara dan 1000 meter ke arah tenggara-timur,” ujar dia, dalam keterangan tertulis, Rabu (24/8).

Pada pukul 06.00 – 12.00 WIB, terjadi enam kali awan panas guguran dengan jarak dan arah luncur tidak teramati karena tertutup kabut. Selain itu, pada sore hari erupsi juga terjadi secara beruntun. Erupsi terjadi pukul 15.23 WIB disertai awan panas guguran. Dengan amplitudo maksimum 120 mm, lama gempa 335 detik.

Pada pukul 15:46 WIB, juga tercatat awan panas guguran dengan jarak luncur 3.500 meter ke arah tenggara-timur. “Dengan amplitudo maksimum 120 mm, lama gempa 307 detik,” kata Sutopo.

Peningkatan gempa hybrid berpengaruh pada pertumbuhan kubah lava yang dapat mengakibatkan terjadinya awan panas guguran yang besar.

Pos pengamatan Gunung Sinabung PVMBG mencatat meningkatnya aktivitas gempa dan besarnya volume kubah lava yang sudah mencapai 2,6 juta meter kubik.

Beber dia, potensi erupsi susulan masih tinggi. Demi keselamatan, masyarakat sekitar diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak. Untuk sektor selatan-tenggara diimbau untuk jaga jarak 7 kilometer. Di sektor utara-timur, batas aman jarak 4 kilometer.

Sebagai dampak dari letusan Sinabung, saat ini tercatat ada 2.592 KK atau 9.318 jiwa yang mengungsi di sembilan posko penampungan. Mereka berasal dari sembilan desa yang masuk zona merah erupsi.

()