Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik Ubedilah Badrun menyebutkan bahwa mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan elit politik untuk saling menghargai satu sama lain.
Hal ini dikatakan terkait cuitan akun twitter mantan Presiden Susilo Bambang yudhoyono @SBYudhoyono, pada Rabu (4/2). Menurutnya, kritikan ditujukan pada elit parpol PDIP yang belakangan ini saling memberikan pernyataan secara personal dan terkesan tidak solid.
“Iya, yang dikritik itu Jokowi, Megawati, dan elit PDIP. Bahasa SBY itu halus, pakai bahasa sindiran politik, tak to the point langsung,” kata Ubedilah, kepada Aktual.co, Kamis (5/2).
SBY mengambil posisi sebagai negarawan untuk mengingatkan konflik diantara elit yang saling membuka aib. SBY juga ingin menunjukan untuk bisa saling menghargai orang lain.
Diketahui, Mantan Presiden SBY melalui akun twitternya menyebutkan saat ini rakyat justru disuguhi banyak cerita ‘di balik layar’ yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
Presiden ke-6 Indonesia itu pun mengatakan bahwa persoalan KPK vs Polri tak rumit, dan solusinya pun tersedia.
“Saat ini rakyat dikejutkan banyak cerita ‘di balik layar’ yang tak baik. Semua perlu diklarifikasi agar kepercayaan rakyat tidak runtuh,” kata SBY melalui akun Twitternya @SBYudhoyono, Rabu (4/2).
Sayangnya hal ini masih ditambah dengan aksi saling ‘serang’ dan ‘buka-bukaan’ sesama politisi. Rakyat bingung karena tidak tahu pihak mana yang benar. 
Dia pun mengingatkan agar para pemimpin, pejabat negara, lembaga penegak hukum, dan partai politik butuh kepercayaan rakyat.

Artikel ini ditulis oleh: