Manado, Aktual.com – Wakapolres Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Kompol Alkat Karouw, mengatakan situasi keamanan di Kota Tomohon pascabentrok aparat dan massa pendemo Rabu (16/12) malam, kini kondusif.

“Seperti yang rekan-rekan wartawan bisa lihat, semua berlangsung baik. Rekapitulasi hasil penghitungan suara tetap berjalan,” kata Karouw di Tomohon, Kamis (17/12).

Meski begitu, kata dia, Polres Tomohon masih menyiagakan 320 personel polisi mengawal proses rekapitulasi serta menjaga sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tomohon.

Perwira menengah ini memastikan tidak ada gelombang demo susulan setelah demo kemarin, karena jajarannya tidak menerima surat pemberitahuan.

“Tiga hari sebelum aksi demo sudah harus mengurus surat pemberitahuan, dan hingga kini kami tidak menerima pemberitahuan. Kalaupun ada unjuk rasa, pasti kami akan menertibkannya,” ujarnya.

Dia pun berharap, pascapilkada 9 Desember warga masyarakat tetap menjaga keamanan dan kerukunan karena perbedaan itu adalah hal biasa.

“Bila ada hal-hal yang dirasa keberatan, ada langkah hukum yang bisa dilakukan karena itu diatur oleh negara. Itu lebih baik sifatnya dari pada memaksakan kehendak,” ucapnya.

Pada Rabu malam sekitar pukul 21.10 WITA aparat kepolisian yang memagarbetis pintu masuk kantor KPU dihujani lemparan batu, pecah bentrok, polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk mengurai massa yang sejak sore hari mendatangi sekretariat penyelenggara yang berada tak jauh dari Universitas Kristen Indonesia Tomohon.

Pada peristiwa tersebut Kapolda Sulut Brigjen Polisi Wilmar Marpaung bertemu dengan perwakilan massa pendemo diduga dari pasangan nomor urut satu Johny Runtuwene-Vonny J Paat, sejumlah massa yang ditangkap akhirnya dilepaskan pascamediasi itu.

Artikel ini ditulis oleh: