Jakarta, Aktual.com – PT Pertamina (Persero) meminta semua pihak untuk tidak saling tuding-menuding atas skandal kasus minyak oplosan dari kontraktor Glencore yang tidak sesuai komposisi tender dan berakibat pada kerugian pertamina.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Wianda Pusponegoro menyampaikan, agar publik memberikan ruang waktu bagi Pertamina untuk menyelidiki penyebab perbedaan pesanan yang seharusnya 70% minyak sarir (super heavy) dan 30% minyak mesla (light), namun malah yang terjadi sebaliknya yakni 30% sarir dan 70% mesla.

“Kita tahu ini bisnis internasional, komoditi internasional, dan tentu posisi Pertamina konsisten bahwa apapun yang kita terima itu harus sesuai spesifikasi yang sudah disepakati,” kata Wianda di Kawasan Cikini Jakarta, Kamis (29/9)

Sebelumnya Anggota DPR Komisi VII Inas Nasrullah Zubir menduga mantan Dirut Pertamina, Ari Sumarno terlibat bermain dalam impor migas Glencore yang menyerupai kasus zatapi.

Kemudian Ari Soemarno pun bereaksi dan membantah atas terlibatnya dalam impor minyak mentah yang dilakukan Glencore tersebut. Dirinya menyatakan bahwa sejak tahun 2009 tidak pernah lagi terlibat dalam urusan pembelian, penjualan minyak atau BBM Pertamina.

“Saya sejak meninggalkan Pertamina di tahun 2009 tidak pernah terlibat sekalipun dalam urusan pembelian atau penjualan minyak atau BBM Pertamina,” ujar Ari Soemarno

(Laporan: Dadangsah Dapunta)

(Dadangsah Dapunta)

(Eka)