Wakil Rais Aam PBNU, KH. Anwar Iskandar (paling depan) saat penutupan Muskerwil PWNU Jawa Timur, Minggu (25/12). Foto: PWNU Jatim

Jakarta, Aktual.com – Isu mengenai reshuffle atau perombakan Kabinet Indonesia Maju terus menguat. Sejumlah menteri dari partai NasDem dikabarkan akan diganti usai partai pimpinan Surya Paloh itu mendukung Anies Baswedan sebagai calon Presiden di 2024.

Belakangan, santer beredar isu Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo akan diganti oleh Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang merupakan kader partai Perindo.

Menanggapi hal tersebut, tokoh ulama Jawa Timur, KH. Anwar Iskandar menyampaikan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Namun, jika reshuffle itu terjadi, dirinya menyarankan agar presiden memilih wakil menteri ketimbang mencari sosok lain.

“Kalau presiden menghendaki reshuffle dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, kan hak prerogatif presiden, kalau memang mau mengganti Menteri Pertanian, daripada orang lain, ya wakilnya itu saja yang jadi menteri,” katanya kepada wartawan, Jakarta, Selasa (27/12).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Ngasinan Kediri itu menegaskan bahwa Wakil Menteri Pertanian saat ini, Harvick Hasnul Qolbi, merupakan sosok yang profesional, berpengalaman di pemerintahan, dan memiliki loyalitas kepada presiden.

Menurutnya, sebagai aspirasi masyarakat, dirinya mendukung penuh Wamentan Harvick menjadi Menteri Pertanian jika terjadi reshuffle.

“Dia juga seorang profesional, mengerti tata kelola pertanian karena pengalaman sebagai wakil menteri pertanian. Dan, saya yakin loyalitasnya bisa diandalkan. Pertimbangan-pertimbangan itu yang membuat kami, andaikata dikehendaki oleh presiden pak Harvick dijadikan pengganti menteri yang sekarang, tentu kami mendukung sekali,” tegasnya.

Isu reshuffle kabinet terus berembus kencang setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka kemungkinan melakukan kebijakan tersebut. Terkini, Jokowi menunjukkan 3 gestur terkait reshuffle kabinet.

Kabar ini kembali mencuat setelah Jokowi menjawab pertanyaan soal reshuffle kabinet pada Jumat 23 Desember 2022. Sebelum ditanyakan kepada Jokowi, lembaga survei Charta Politika merilis hasil jajak pendapat yang menyatakan lebih dari separuh responden mereka, 61,8 persen dari 1.220, menyatakan setuju reshuffle kabinet dilakukan.

“Mungkin. Ya nanti,” kata Jokowi saat itu di Bendungan Sukamahi, Bogor.

(Arie Saputra)