Beranda Regional Jakarta Raya Soal Mafia Kremasi Jenazah Covid-19, Anggota DPRD DKI: Laporkan ke Polisi

Soal Mafia Kremasi Jenazah Covid-19, Anggota DPRD DKI: Laporkan ke Polisi

Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth (Dok.)

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth geram dengan mafia kremasi Jenazah Covid-19 yang memeras warga di tengah pandemi. Kenneth pun menyebut perbuatan tersebut sangat tidak manusiawi.

“Jika benar terjadi pemerasan biaya kremasi di tengah kondisi pandemi seperti ini, maka perbuatan tersebut adalah hal yang sangat biadab. Info yang saya dapat bahwa mereka tega memeras keluarga korban hingga puluhan juta rupiah,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (22/7) malam.

Namun, kata pria yang akrab disapa Kent itu, seharusnya pihak keluarga korban tak perlu menanggapi ketika ditawarkan harga sebesar Rp80 juta untuk biaya kremasi. Kent pun menyarankan mereka langsung saja melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

“Seharusnya pihak keluarga tidak perlu menghiraukan permintaan tersebut, jangan ditanggapi karena jatuhnya kasus tersebut sama saja seperti pungli. Satu sisi saya paham, mungkin keluarga dalam kondisi kalut, panik dan sangat membutuhkan pelayanan tersebut, tetapi seharusnya pihak keluarga juga bisa mengecek ke tempat pelayanan kremasi yang lain sebagai acuan harga. Kalau merasa harga yang ditawarkan tidak wajar, langsung saja laporkan ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Anggota DPRD dari Dapil Jakarta Barat ini pun menyayangkan sikap Rumah Duka Abadi di Jalan Daan Mogot, yang membubuhkan harga sebesar Rp 45 juta untuk jasa kremasi di atas kwitansinya. Sebab, jika muncul di atas kwitansi, berarti sudah ada niat untuk mengambil keuntungan.

“Kalau Anda (rumah duka Abadi) mengelak, kenapa ada harga Rp45 juta untuk jasa kremasi di atas bon Anda. Kalau memang menurut keterangan Anda yang melakukan adalah pihak ketiga, seharusnya jangan pakai bon Anda. Dalam hal ini terlihat sudah ada niat untuk mengambil keuntungan. Harga standar kremasi paling mahal itu Rp20 jutaan,” sambungnya.

Oleh karena itu, politisi PDI Perjuangan ini pun meminta kepada pihak Kepolisian agar bisa bergerak cepat untuk mengungkap mafia kremasi jenazah Covid-19 yang sudah meresahkan warga. Menurut Kent, jika dalam penyidikan kasus tersebut, adanya pihak yang terbukti bersalah, maka kepolisian harus berani segera menetapkan tersangka.

“Harus dituntut yang tinggi, karena sudah melanggar azas perikemanusiaan dan membuat susah warga di tengah pandemi ini,” ujar Kent.

Perlu diketahui sebelumnya, sebuah pesan berantai berjudul ‘Diperas Kartel Kremasi’ viral di media sosial. Korban bernama Martin mengungkapkan lonjakan tarif kremasi yang harus dikeluarkan di masa pandemi Covid-19 bisa mencapai Rp 80 juta.

(Megel Jekson)