Beranda Internasional Soal Operasi di Perbatasan Suriah, Menhan Turkiye: Kami Gunakan Hak Membela Diri

Soal Operasi di Perbatasan Suriah, Menhan Turkiye: Kami Gunakan Hak Membela Diri

Ankara, aktual.com – Menteri Pertahanan Turkiye, Hulusi Akar menyatakan pihaknya melakukan operasi lintas batas melawan teroris dengan menggunakan hak untuk membela diri di bawah piagam PBB yang relevan. Akar pun memastikan operasi tersebut bertujuan untuk menjaga perdamaian dan keamanan Turkiye.

“Organisasi teroris YPG/PKK menargetkan perdamaian dan keamanan Turkiye. Untuk melindungi negara dan perbatasan kami, kami menggunakan hak kami untuk membela diri yang timbul dari Pasal 51 Piagam PBB. Dengan demikian, mustahil untuk mendapatkan izin dari siapa pun,” kata dia seperti dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (22/12) siang.

Karena itu, ungkap Akar, Turkiye mengharapkan sekutu dapat memutuskan semua hubungan dengan organisasi teroris dan menunjukkan solidaritas serta kerja sama yang tulus dengan Ankara dalam perang melawan terorisme.

“Diakui sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa, NATO, dan Amerika Serikat (AS), PKK beroperasi dengan nama berbeda untuk menyesatkan komunitas internasional. Poin utamanya adalah bahwa PKK dan cabangnya di Suriah, YPG, adalah organisasi yang satu dan sama,” ujarnya.

Sebagai informasi, Turkiye telah lama mengkritik dukungan Amerika Serikat (AS) kepada teroris PKK dan cabangnya di Suriah, yang dikenal sebagai YPG. Sementara di sisi lain, Washington mengklaim mereka memerangi teroris Daesh/ISIS dengan bantuan sekutu mereka YPG/PKK.

Turkiye pun membantah asumsi AS tersebut. Menurut pernyataan resmi Turkiye, menggunakan satu kelompok teroris untuk melawan teroris yang lain adalah sesuatu yang tidak masuk akal.

Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turkiye, PKK  terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turkiye, AS, dan Uni Eropa. Organisasi teroris tersebut bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40 ribu, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.

Akar mengatakan Turkiye adalah satu-satunya negara yang memerangi Daesh/ISIS di lapangan. Turkiye juga menjadi salah satu negara pertama yang mengumumkan Daesh/ISIS sebagai organisasi teroris pada 2013.

“Kami mendeportasi 9.500 teroris asing dari Turkiye dan mencegah lebih dari 100 ribu orang memasuki negara kami,” tuturnya.

(Megel Jekson)