Jakarta, aktual.com – Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan para santri yang mengenyam pendidikan di pesantren justru memiliki kesempatan belajar lebih intens karena aktivitas mereka yang tinggal dan menetap di lingkungan pondok.
Hal itu disampaikan Muzani saat menghadiri agenda buka puasa bersama dalam rangka Safari Ramadan Pimpinan MPR RI di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta, Minggu.
“Santri harus menggunakan kesempatan ini dengan baik karena dia sebenarnya secara semangat dia memiliki kesempatan belajar,” kata Muzani.
Menurutnya, kehidupan di pesantren memberikan ruang yang luas bagi santri untuk belajar, membaca, bertanya, dan menggali berbagai disiplin ilmu, tidak hanya ilmu agama tetapi juga ilmu pengetahuan umum.
Ia menilai pelajaran yang diajarkan guru, ustaz, hingga kiai pada dasarnya merupakan metodologi dasar dari suatu ilmu, baik agama maupun umum. Bekal metodologi tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting bagi santri untuk memperdalam pengetahuan di jenjang berikutnya.
“Teman-teman pondok itu banyak memahami tentang metodologi, tapi kadang-kadang kesempatan untuk mendalaminya kurang ada, baik waktu, kesempatan ataupun biaya,” ujarnya.
Muzani menegaskan, kehadirannya di pesantren tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pimpinan MPR RI. Ia memilih mengawali kunjungan ke Pesantren Asshiddiqiyah karena menilai proses belajar mengajar di lembaga tersebut berjalan dengan baik.
“Para alumninya bahkan sekarang telah menapaki dalam berbagai macam profesi dan jabatan-jabatan publik yang cukup bagus,” katanya.
Ia pun meyakini para santri lulusan pesantren mampu bersaing dengan lulusan dari berbagai disiplin ilmu lainnya. Menurutnya, kontribusi pesantren dalam membangun sumber daya manusia bangsa tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Saya terima kasih kepada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah yang terus memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Okta
















