Jakarta, Aktual.com – Pengamat menilai pemerintah harus bisa menjelaskan program 35.000 MW yang sejak awal digadang-gadang oleh Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wapres M Jusuf Kalla (JK) tidak gagal meski belum terealisasi penuh hingga saat ini.

“Harusnya pemerintah jelaskan program 35.000 MW bukan gagal, tapi memang harus disesuaikan karena ada perubahan kondisi,” kata Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa di Jakarta, Senin (11/2).

Menurut dia, program pembangunan pembangkit dengan total 35.000MW hingga 2019 tadinya memang direncanakan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi tujuh persen dan pertumbuhan listrik di atas 8,5 persen per tahun.

Namun kenyataannya sepanjang Pemerintahan Jokowi-JK, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai rata-rata lima persen dan pertumbuhan listriknya hanya tumbuh kurang dari lima persen.

“Memang asumsi-asumsi 35.000MW tidak valid dan kita sebenarnya tidak butuh tambahan kapasitas 35.000MW pada 2019,” katanya.

(Abdul Hamid)