Jakarta, Aktual.co — Ketua Progres 98, Faizal Assegaf mengaku prihatin dengan statemen yang dilontarkan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Panduparaja. Adnan mengatakan, tidak ditemukan rekening di luar negeri atas nama Jokowi-JK.
Menurut Faizal, pernyataan itu merupakaan sebuah klaim ‘verbal’ tanpa disertai pembuktian secara transparan, sesuai prosedur penyidikan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Ada pun menyangkut soal statemen Pandu, kita sangat prihatin sekali. Karena dasar yang dipakai KPK adalah rekomendasi PPATK,” ucap Faizal kepada awak media di kediaman  Rachmawati Soekarnoputri, Jalan Jati Padang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (15/10).
Selain itu, sambung Faizal, pihaknya pun menantang institusi KPK untuk membuka semua data rekomendasi terkait dugaan kepemilikan rekening di luar negeri atas nama presiden dan wakil presiden terpilih, yang tidak dilaporkan dalam laporan hasil kekayaan pejabat negara (LHKPN).
“Kita pun menantang KPK membeberkan rekomendasi yang tidak bersifat verbal atau lisan. Tetapi rekomendasi tertulis hasil konfirmasi, penelurusaan sejumlah rekening yang kita lakukan,” tandas dia.
Untuk diketahui, laporan nomor rekening yang dimaksud sebagai kepemilikan atas nama keluarga Jokowi-JK yang ada di luar negeri yakni, 36 rek. a/n Joko Widodo (USD 8,514,725), 16 rek. a/n Iriana Widodo (USD 4,666,689). Lalu, 42 rek. a/n Jusuf Kalla (USD 14,538,197), dan 32 rek. a/n Mufidah Mi’ad (USD 7,637,827).
Sebelumnya sempat diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan, tidak ada satu pun rekening di luar negeri atas nama presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Wakil Ketua KPK Adnan Panduparaja, KPK telah melakukan penelusuran mengenai laporan masyarakat yang menyebutkan adanya rekening Jokowi di luar negeri yang terkait indikasi tindak pidana korupsi.
KPK juga telah melakukan klarifikasi kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). “Jadi, untuk rekening, (Jokowi) clear juga.”

()