Jakarta, Aktual.co — Politisi PDI Perjuangan, Henry Yosodiningrat mengatakan tidak tahu menahu ikhwal adanya teknologi sedot data KPU yang diajukan oleh Luhut Panjaitan dalam Pilpres 2014.
Hal ini terkait dengan yang disampaikan mantan Deputi Rumah Transisi yang juga anggota dewan, Akbar Faisal, dalam tulisannya disebuah grup media sosial.
“Saya tidak tahu, waktu itu saya koordinator tim hukum, saya sendiri juga tidak tahu teknologi pak Luhut, saya tidak tahu,” ucap Hendri, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (13/4).
Hendri mengaku sependapat dengan Akbar Faisal mengenai formasi pemerintah yang diisi oleh alumnus Harvard University. Menurutnya, sebagai penduduk yang memiliki gelar sarjana di universitas lokal pasti akan tersinggung.
“Apa yang diungkapkan saudara Faisal, lebih banyak benarnya, saya tidak melihat salahnya. Kemudian bahwa apa lagi mengisi formasi itu alumni Harvard, masa anda tidak tersinggung, luar negeri itu konsepnya dari orang kampung kok, lokal kok, apalagi alumni Harvard, tidak berkeringat (pada pemenangan pemilu kemarin), tidak jelas,” ungkapnya.
Karena itu, sambung dia, terkait dengan teknologi yang diungkapkan oleh Akbar, Luhut Panjaitan yang dirasanya paling bertanggungjawab untuk menjelaskan hal itu.
“Silahkan pak Luhut jelaskan, apa sih teknologi itu, harus diclearkan, tanya pak Luhut.”
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang
















