Jakarta, Aktual.co — Anggota Dewan Transportasi Kota DKI Jakarta dari unsur pengusaha, Donny Andy Saragih menilai, ketidaksepakatan harga rupiah/kilometer antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan para operator Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) menjadi bukti ketidakbecusan Pemprov dalam mengelola industri transpostasi Jakarta.
“Kalau APTB saja tidak berhasil bagaimana dengan bus kota yang katanya mau diberlakukan sistem rupiah per kilometer pada Juni mendatang,” kata Donny, Selasa (5/5).
Harusnya sambung Donny, Pemprov memberikan harga sesuai dengan kajian operasi APTB. Pemprov harus berusaha meyakini pengusaha APTB agar mau ikut.”jangan diberikan opsi,” ketusnya.
Donny pun berkesimpulan, Pemprov tidak serius mengurus permasalahan transportasi di Jakarta.”Apalagi mau datangin 700 bus sampai akhir tahun nanti. Pemprov terlalu banyak wacana, masyarakat yang tadinya antusias jadi kecewa,” demikian Donny.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid