Jakarta, Aktual.co — Pemerhati Pertanian Khudori mengatakan spekulasi masalah beras akan dimanfaatkan sebagai celah persekongkolan pedagang. Mereka menganggap kebijakan pemerintah saat ini tidak tepat.
“Ada ‘missing link’ dari sisi pengadaan, distribusi dan outlet atau pengeluarannya. Itu tidak match, kalau begitu bagaimana mencegah persekongkolan para pedagang,” ujar Khudori di Jakarta, Sabtu (28/2).
Menurutnya, spekulasi tidak bisa dihindari karena belum ada upaya bagaimana menjaga spekulasi.
“Info yang saya dapat dari koperasi pedagang, ini turunnya 500 tapi dari pemerintah turun 150. Apakah harus operasi pasar tiap hari. Ini menegaskan adanya spekulasi. Mereka yang punya stok keuntungannya semakin menipis. Artinya stok mereka dikeluarkan. Berati betul ada spekulasi,” katanya
Khudori mengatakan pemerintah dan Bulog serta pihak terkait harus segera selesaikan masalah ini, harga yang liar tidak bisa dibiarkan karena akan berdampak inflasi dan berpengaruh ke angka kemiskinan.
“Ancaman kelaparan itu persoalan berikutnya, pemerintah harus fokus pada kerja yang tidak populer, tekun dan berkesinambungan . Ini penting buat fondasi,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka














