Jakarta, Aktual.co — Ketua Panitia Seleksi (Pansel) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Destry Damayanti sekejap menjadi perhatian publik. Pasalnya, wanita lulusan fakultas ekonomi Universitas Indonesia (UI) itu merupakan staf ahli menteri BUMN yang kini dipimpin Rini Soemarno.
Menanggapi itu, Anggota Komsisi III DPR RI, Arsul Sani mengatakan bahwa perhatian publik itu akan berpotensi terjadinya konflik kepentingan dalam memilih pimpinan institusi anti rasuah itu.
“Kalau faktanya seperti itu maka ada potensi konflik kepentingan, sebaiknya Destry secara terbuka menyampaikannya kepada publik (terkait posisinya itu),” kata Arsul, di Jakarta, Jumat (22/5).
Untuk diketahui, nama Rini Soemarno yang merupakan adik kandung Ari Soemarno itu sudah lama menjadi buah bibir masyarakat, terutama ketika namanya masuk dalam kabinet kerja Jokowi-JK. Rini juga disebut-sebut menteri yang bermasalah dan perlu direshuffle oleh presiden karen kinerjanya yang dinilai tak memuaskan.
Oleh karena itu, bila hal tersebut tidak terkonfirmasi, maka pelaksanaan untuk seleksi pimpinan KPK pun akan menuai isu yang tidak sedap.
“Jika tidak disampaikan sendiri, maka bisa menjadi isu yang berkembang secara tidak proporsional,” tukas Arsul.
Diketahui, Destry Damayanti ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi panitia seleksi calon komisioner KPK. Bersama delapan anggota pansel lain yang diisi wanita itu, Destry ditunjuk sebagai ketua.
Setelah lulus sebagai sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Destry mengawali karier sebagai asisten peneliti di Harvard Institute for International Development (HIID) (January – August 1989).
Pada Agustus 1989-Agustus 1990, Destry menjadi peneliti di FEUI. Kemudian dia pernah menjadi analis moneter dan finansial pada Kementerian Keuangan pada Agustus 1992-Maret 1997.
Setelah lama di pemerintahan, Destry menjajakan karier sebagai ekonom di Citibank Indonesia (April 1997-Mei 2000). Dia juga sepat menjadi konsultan ekonomi di Kedutaan Inggris. Destry akhirnya berlabuh ke PT Bank Mandiri Tbk sebagai ekonom sejak Mei 2011 sampai sekarang. Saat ini Destry juga menjadi staf ahli Menteri BUMN.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang

















