Bengkulu, Aktual.com – Menyikapi jumlah surat suara yang tidak sah mencapai 65 ribu pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu tahun 2020, pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu menemukan ada surat suara yang tercoblos tidak menggunakan alat coblos.

Bahkan dari laporan hasil pengawasan saat proses pungut hitung suara, ada yang tercoblos ukuran kuku tangan seseorang.

“Memang surat suara tidak sah tersebut memang ada dan banyak ditemukan di TPS. Kalau tercoblos semua pasangan calon (paslon) kita artikan emosi, atau bisa juga senangnya dengan seluruh paslon, sehingga juga ditemukan ukuran coblosan sebesar kuku dan bahkan sampai hilang gambar kepala paslon. Dengan demikian membuat surat suara tidak sah,” ungkap Komisioner Bawaslu Provinsi Bengkulu Patimah Siregar, dalam keterangannya.

Menurut Fatimah, memilih paslon memang menjadi hak pemilih dan pihaknya juga tidak bisa melarang, karena saat pemilih memberikan hak suaranya di bilik suara adalah rahasia. Hanya saja memang cara memberikan suaranya yang salah.

“Itu memang benar ada dan sebelum terjun ke lapangan, pengawas kita sudah diberikan pelatihan dan berhak menyampaikan itu sah atau tidaknya,” katanya pada Senin, (28/12).

Selain itu ia menjelaskan, ada juga temuan pemilih yang coblos asal coblos, seperti di luar gambar kotak surat suara, dan itu juga tidak sah. Lalu mencoblos dua gambar paslon, yang menjadikan surat suara lagi-lagi tidak sah.

“Jika di persidangan gugatan di Mahkakmah Konstitusi (MK) dimintai keterangan, kita siap memberikannya sesuai fakta lapangan. Bahkan kita juga sudah inventarisir seluruh daerah kabupaten/kota. Apalagi dengan Siwaslu pengawas TPS juga yang melaporkan saat proses pungut hitung, salah satu paslon tidak datang,” terang Fatimah.

Secara terpisah, sebelumnya Anggota Divisi Sosialisasi, SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Bengkulu, Darlinsyah menyebutkan, memang ada beberapa faktor menjadikan surat suara tidak sah.

Hanya saja jumlah sebanyak 65 ribu dari ribuan TPS masih sangat rasional. Terlebih sebelumnya sosialisasi juga sudah gencar dilakukan pihaknya kepada seluruh elemen masyarakat se Provinsi Bengkulu ini.

“Kita memperkirakan banyaknya suara tidak sah itu, karena pemilih sayang kepada seluruh paslon, sehingga mencoblos seluruh kolom surat suara. Padahal demikian, membuat suaranya menjadi tidak sah,” jelas Darlinsyah.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Paslon nomor urut 3 Agusrin-Imron, Jaya Marta mengaku, terkait suara tidak sah itu menjadi salah satu laporan pihaknya ke Bawaslu dan MK.

Bahkan persoalan itu membuat mereka bersemangat melakukan gugatan dan meminta dilakukan Pilkada ulang.

“Gugatan kita (paslon nomor urut 3,red) sejauh ini tetap akan berlanjut, karena suara batal tersebut, ada dugaan kecurangan untuk memenangkan salah satu paslon,” tukasnya.(RRI)

(Warto'i)