Malam Ke-27: وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ جَازَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ عَلَى الصِّرَاطِ كَاْلبَرْقِ اْلخَاظِفِ Artinya: Pada malam kedua puluh tujuh, di hari kiamat ia melewati jembatan Shirathal Mustaqim secepat sambaran kilat.
Malam Ke-28: وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ لَهُ اَلْفَ دَرَجَةٍ فِى اْلجَنَّةِ Artinya: Pada malam kedua puluh delapan, Allah akan mengangkat seribu derajat baginya di surga.
Malam Ke-29: وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ أَعْطَاهُ اللهُ ثَوَابَ اَلْفِ حَجَّةٍ مَقْبُوْلَةٍ Artinya: Pada malam kedua puluh sembilan, Allah akan memberikan pahala seribu ibadah haji yang diterima.
Malam Ke-30: وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّلاَثِيْنَ يَقُوْلُ اللهُ يَاعَبْدِى كُلْ مِنْ ثِمَارِ اْلجَنَّةِ وَاغْتَسِلْ مِنْ مَاءِ السَّلْسَبِيْلِ وَاشْرَبْ مِنَ اْلكَوْثَرِ اَنَارَبُّكَ وَاَنْتَ عَبْدِى Artinya: Pada malam ketiga puluh, Allah berkata: Makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air salsabil, dan minumlah di telaga kautsar. Sesungguhnya aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hambaku.
Keterangan mengenai keutamaan shalat Tarawih dalam kitab Durratun Nashihin memang tidak secara langsung bersumber dari hadits shahih Rasulullah SAW. Namun demikian, kandungan maknanya dapat dipahami sebagai nasihat dan motivasi spiritual yang bertujuan membangkitkan semangat umat Islam dalam menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah.
Para ulama sejak dahulu kerap menyampaikan kisah, hikmah, dan anjuran yang bersifat motivatif (targhib), agar kaum muslimin semakin giat beribadah, memperbanyak amal saleh, serta memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai bulan pengampunan dan peningkatan kualitas iman. Nilai terpenting dari penjelasan tersebut bukan semata-mata pada rincian pahalanya, tetapi pada dorongan untuk istiqamah dalam shalat Tarawih, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan demikian, keutamaan-keutamaan yang disebutkan dapat dijadikan sebagai penyemangat untuk menjalani Ramadhan dengan penuh kesungguhan. Setiap malam menjadi kesempatan berharga untuk memperbaiki diri, memohon ampunan, dan meraih keberkahan. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membangun kedekatan dengan Allah melalui ibadah, termasuk shalat Tarawih yang penuh kemuliaan.
Artikel ini ditulis oleh:
Okta
















