Jakarta, Aktual.co — Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) segera mencabut subsidi gas elpiji tiga kilogram kepada warga kurang mampu di daerah itu.
“Bulan depan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengujicobakan pencabutan subsidi gas tiga kilogram di provinsi ini,” kata Kabid Energi Distamben Kepulauan Babel Taufik di Pangkalpinang, Selasa (19/5).
Ia menjelaskan kebijakan Kementerian ESDM akan mencabut subsidi gas elpiji, namun akan diganti dengan uang tunai melalui kartu yang berisi dana yang dapat diisi ulang setiap bulannya ke masing-masing pemegang kartu tersebut.
“Dengan mencabut subsidi gas elpiji ini, maka diharapkan pemberian subsidi lebih tepat sasaran kepada warga yang tidak mampu,” ujarnya.
Selain itu, untuk mengantisipasi pemakaian gas elpiji yang tidak tepat sasaran, praktik pengoplosan gas elpiji tiga kilogram ke 12 kilogram dan kecurangan pedagang lainnya yang merugikan konsumen kurang mampu.
“Jadi harga gas elpiji tiga kilogram ini akan dikembalikan ke harga keekonomian sesuai mekanisme pasar yaitu kisaran Rp45 ribu per tabung,” ujarnya.
Namun demikian, kata dia, diharapkan pemerintah untuk menunda wacana pencabutan subsidi gas ini, karena program konversi minyak tanah ke gas elpiji di daerah ini baru berjalan satu tahun dan belum berjalan optimal.
“Kami berharap pemerintah pusat mempertimbangkan kembali uji coba pencabutan subsidi gas ini, karena pemerintah daerah belum siap merealisasikan wacana tersebut, karena dikahawatirkan pada akhirnya akan menimbulkan permasalahan baru di masyarakat,” ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka
















